Bimtek, Langkah Komisi IV DRR-RI Pertahankan Kelapa Sawit Indonesia

0
18 views
Anggota KomisiIV DPR RI, Dr. Suhardi Duka, memaparkan kondisi kelapa sawit Indonesia dalam bimbingan teknis dan expo ‘Sawit Baik Indonesia 2022’. (Foto: AR)

LENSASSULAWESI.ID, MAMUJU – Anggota KomisiIV DPR RI, Dr. Suhardi Duka, menghadiri bimbingan teknis dan expo ‘Sawit Baik Indonesia 2022’ di Jl. Yos Sudarso, Waterpark D’Maleo Hotel Mamuju, Kamis 13 Oktober 2022.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia bekerjasama dengan Komisi IV DPR RI dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Dihadiri sekira ratusan petani sawit dan Bupati Mamuju – Sitti Sutinah Suhardi, direktur utama BPDPKS – Eddy Abdurrachman (via zoom), ketua umum Aspekpir Indonesia – Setiyono (via zoom), Ketua Prodi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Mamuju – Abdul Halmi.

Suhardi Duka (SDK) menjelaskan produksi minyak sawit Indonesia mencapai 51 juta ton namun konsumsi domestik masih kurang. Dimanfaatkan hanya 18,42 juta ton dalam negeri.

Kelapa sawit Indonesia, kata Suhardi, tidak terlepas dari berbagai isu, termasuk isu lingkungan. Ia mencontohkan negara di Eropa yang mengatakan poduksi sawit Indonesia merusak lingkungan sehingga sawit tidak populer. Akibatnya harga minyak sawit naik turun karena tergantung harga dunia. Isu itu dihembusan untuk melindungi produk nabati di negara-negara Eropa.

Indonesia harus meminimalisir tuduhan eropa karena memang ada fakta di Indonesia 3,5 juta hektar rakyat dan korporasi yang menerobos lahan sawit.

“Kita ini harus clear, agar lahan sawit lepas dari dari kawasan hutan, sehingga antara kepentingan kepentingan lingkungan hidup berkelanjutan dan kepentingan ekonomi bisa sejalan, jangan sampai kepentingan ekonomi merusak lingkungan,” jelas Suhardi Duka

Suhardi mengatakan saat ini DPR di komisinya tengah meminta pemerintah agar tidak lagi memberikan izin sawit kepada koorporasi karena sudah banyak dikuasai daripada rakyat. Komisi IV DPR RI meminta di moratorium dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengelolahnya.

“Kondisi sekarang antara sawit rakyat dan perusahaan tingkat produktifitasnya berbeda karena tingkat kemampuan mengelolah rendah, baik pengetahuan maupun modal, bahkan infrastrukturnya,” lanjut Suhardi

Suhardi ingin harga minyak kelapa sawit Indonesia tidak lagi terpengaruh terhadap pasar dunia. Ia menjelaskan pemerintah tengah memprogramkan B20 dan B30 bahkan ditingkatkan hingga mencapai B50 yang produksinya bisa dalam negeri.

“tapi dengan harga sawit yang fluktuatif sekarang ini mencapai 2.000 itu cukup baik, saat masuk di DPR harganya hanya mencapai Rp. 600,” kata SDK

SDK menambahkan antara petani dan anggota DPR harus tetap bekerjasama untuk mengawal setiap kebijakan pemerintah tentang pengembangan sawit rakyat. Sehingga ia berpesan agar masyarakat selektif dalam memilih calon anggota DPR 2024 nanti yang dianggap mampu memperjuangkan kepentingan rakyat. “cari yang bisa bicara jangan hanya datang duduk, capek duduk, pulang,” ujar SDK yang disambut riuh tepuk tangan oleh peserta dan tamu undangan

“Mari kita berpikir untuk Indonesia, untuk Sulbar dan Mamuju ini. Salah satu komiditi yang kita harapkan bisa menjadi unggulan masyarakat adalah kepala sawit. Olehnya itu, jangan menanam bibit sembarangan, harus bibit yang bagus sehingga hasilnya juga bagus dan maksimal,” pungkas Suhardi Duka

Reporter: Ahmad Nur (LS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here