KLB Ipmapus, Misbahuddin Berharap Kader Tetap Bersatu

1
photo Dewan Pembina Ipmapus Sulbar, Dr. Misbahuddin, saat menyampaikan sambutan dan membuka acara Kongres Luar Biasa (KLB) Ipmapus Sulbar, Sabtu (7/8), di Aula Wisata Tapandullu, Mamuju. (photo: Lukman)

LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – Dewan Pembina Ipmapus Sulbar, Dr. Misbahuddin berpesan kepada seluruh kader-kader Ikatan Pelajaran Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (IPMAPUS) agar tidak menjadi “kerikil dalam sepatu sendiri”. Ia berharap agar kader-kader Ipmapus tetap bersatu agar tujuan organisasi dapat tercapai. Hal itu ia ucapkan saat membuka acara Kongres Luar Biasa IPMAPUS Sulbar, Sabtu (7/8), di gedung Wisata Tapandullu, Mallauwa Mamuju.

“Pesan saya, dalam berorganisasi jangan kita menjadi kerikil dalam sepatu sendiri. Karena jangankan kerikil, pasir 1 bijipun kalau masuk dalam sepatu sendiri, tidak nyaman itu,” tegas Misbahuddin dalam sambutannya

Baca Juga: KLB Ipmapus Dibuka Langsung Dr. Misbahuddin di Wisata Tapandullu Mallauwa

Pesan itu tidak sekali ia sampaikan. Misba meminta agar kepengurusan Ipmapus tetap berjalan sesuai mekanisme organisasi. “Jadi mohon jangan menjadi kerikil dalam sepatu sendiri, berusahalah untuk selalu berbesar hati,” sambungnya

Misba mengajak kepada seluruh kader-kader Ipmapus agar tetap berkontribusi terhadap lembaga sekalipun tidak terlibat di dalam kepengurusan.

“Nanti yang terpilih jadi pengurus, tugas pokok utamanya sama dengan temanya, melakukan rekonsiliasi dengan semua pihak. Yang tidak ikut dengan Kongres ini lakukan rekonsiliasi, bagaimana menyatukan anak-anak Ipmapus. Karena bagaimanapun kalau kita tidak bersatu sangat mudah kita diintervensi oleh orang lain,” kata Misbahuddin

Pembina sekaligus tokoh agama Sulawesi Barat ini menjelaskan bahwa organisasi adalah alat untuk mencapai tujuan bukan tujuan. “Jadi kalau kita berorganisasi itu bukan tujuan tetapi organisasi adalah alat untuk mencapai tujuan,” terangnya

“Jadi kalau ada orang yang tujuannya hanya ingin menjadi pengurus organisasi, keliru itu, karena tujuan kita bukan hanya menjadi pengurus organisasi tetapi kita ingin menjadi pengurus organisasi agar supaya organisasi itu kita jadikan sarana untuk mencapai tujuan,” lanjut Misba

Kaderisasi Ipmapus harus tetap berjalan dan berkesinambungan. “Nah, ini yang harus berjalan dengan baik di Ipmapus,” harapnya

Ia juga berharap agar Ipmapus mampu melahirkan kader-kader yang militan dan independen di masa yang akan datang. Bukan hanya hebat di lingkungan Ipmapus, tetapi mampu mengisi ruang-ruang yang kosong di semua bidang. Misba mencontohkan sejumlah nama tokoh PUS yang terbilang sukses di bidang politik, wirausaha dan birokrasi.

Misbahuddin sempat merasa kekecewa karena kepengurusan Ipmapus selama 2 (dua) tahun tidak berjalan baik hingga terlaksana Kongres Luar Biasa. Namun hal itu ia harapkan sebagai motivasi bagi kader-kader Ipmapus agar berbenah kembali.

“Tujuan daripada Kongres Luar Biasa ini adalah meregenerasi pengurus agar kedepan jangan ada lagi Kongres Luar Biasa, cukup satu kali ini saja,” lanjutnya

Misba menyebutkan IPMAPUS ini adalah organisasi yang besar. Dari kaca mata birokrasi ia memandang Ipmapus sebagai organisasi yang terbilang sulit dikendalikan.

“Di kalangan birokrat dan politisi, Ipmapus ini sangat disegani. Mohon ini dijaga,” pungkasnya

Reporter: Ahmad Nur

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here