Polsek Kalukku Berhasil Ungkap Motif Kematian Pemuda “YA” di Balatedong

0
Ilustrasi (Foto.Net)

LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – Kepolisian Sektor Kalukku, Polresta Mamuju berhasil mengungkap motif kematian pemuda, Yorris Abrian, yang ditemukan tewas tergantung di atas pohon jeruk, Jumat (5/3), di lingkungan Balatedong, Kecamatan Kalukku yang sempat menggegerkan warga. Pria berumur 21 tahun ini diduga nekat mengakhiri hidupnya (bunuh diri) karena depresi.

Baca Juga : Pria di Mamuju Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jeruk

Dari keterangan sejumlah saksi yang diperoleh pihak kepolisian, menunjukkan bahwa kematian Yorris Abrian diduga murni bunuh diri. Hasil penyelidikan polisi, tali nilon kuning yang digunakan korban adalah tali ayunan dari rumahnya. Polisi juga tidak menemukan bukti pertengkaran korban dengan pihak lain sebelum dikabarkan meninggal dunia.

“Diduga korban merasa tertekan dalam keluarganya karena sering diawasi, dibatasi pergaulannya sejak pandemi virus corono,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Kalukku, Bripka. Muh. Iqbal

Muh. Iqbal mengungkapkan, sebulan terakhir korban sering murung dan mengkhayal (menyendiri). Hal itu diketahui berdasarkan pengakuan ayah korban bernama Polman.

“Saksi menjelaskan bahwa selama maraknya berita virus Corona di Kalukku, saksi dan istrinya selalu mengawasi anaknya dan membatasi pergaulan anaknya (sering melarang/membatasi anaknya bergaul keluar rumah),” kata Muh. Iqbal

Sementara Sri Mawarni yang merupakan ibu korban, menuturkan, perubahan sikap anaknya itu diketahui semenjak pulang dari kampungnya, Tanah Toraja.

Muh. Iqbal juga menjelaskan, tiga hari sebelum korban meninggal sempat memberikan handphone miliknya kepada adiknya yang masih berumur 10 tahun.

“Saksi sempat diberitahukan oleh korban bahwa silahkan kamu pake HP ku kalau kamu mau pakai, dan korban meberitahukan kode sandi HPnya kepada saksi (red),” terang Iqbal.

Reporter: Ahmad Nur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here