Bertahan; Relawan Ipmapus dan Kagama Terus Salurkan Logistik ke Pengungsi

0
Pengurus Pusat IPMAPUS Sulbar menerima bantuan logistik dari Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia DIYogyakarta, Jumat (29/1), di Posko PP Ipmapus dan Kagama Sulbar. (foto: ahmad)

LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – Status darurat oleh BMKG belum dicabut; warga masih bertahan di pengungsian. Selain karena masih trauma juga sebagian rumahnya sudah roboh dan ‘tak layak huni. Sementara jumlah relawan mulai berkurang utamanya dari luar daerah — ada yang pulang dan ada pula memilih bertahan.

Data BNPB hingga minggu (31/1), jumlah pengungsi mencapai 85.489 orang, dengan rincian: Kabupaten Mamuju sebanyak 55.152 orang — tersebar di 229 titik pengungsian, Kabupaten Majene 25.516 orang — tersebar di 20 titik pengungsian, Kabupaten Polman 4.821 orang yang tersebar di 105 titik pengungsian.

Sala satu posko relawan yang masih bertahan adalah Pengurus Pusat IPMAPUS (Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu) bekerja sama KAGAMA (Keluarga Alumni Gadja Mada) Sulawesi Barat. Gabungan relawan itu membangun posko, 2 (dua) hari pasca gempa 6,2 magnitudo, Jumat (15/1), yang megguncang Mamuju dan Majene, di Jl. Pongtiku Residence, Mamuju.

Meski ‘tak terdaftar resmi di BNPB Sulbar, relawan ini ‘tak peduli. Hingga Senin, 1 Februari 2021, bantuan logistik di posko Ipmapus dan Kagama masih terus mengalir dari berbagai lembaga luar daerah. Mereka terlihat sibuk mendata dan mendistribusikan bantuan ke pelosok desa — didampingi tim dari Kagama dan Presiden Manakarra Progresif, Adhi Riadi.

Organisasi daerah terbesar di Sulawesi Barat ini telah menyalurkan bantuan logistik sekira 23 ton. Bantuan itu bersumber dari berbagai lembaga kepemudaan, Ormas dan pemerintah. “Warga masih banyak yang mengungsi. Logistik kami salurkan dengan terbatas tapi merata berdasarkan hasil asesment (pendataan) tim di lapangan,” kata Ketua PP Ipmapus Sulbar, Ahmad Zulkifli.

Relawan Ipmapus Sulbar dan Kagama Sulbar salurkan bantuan, rabu (27/1), di Kelurahan Binanga, Mamuju. (foto: Mustakim)

Sementara Kagama Sulbar menyiapkan bantuan logistik senilai 150 juta rupiah untuk tahap awal dan telah disalurkan secara bertahap. Bantuan itu merupakan hasil donasi dari berbagai lintas alumni dan organisasi. Kagama membangun posko utama di 2 (dua) kabupaten: Mamuju dan Majene. Dipimpin oleh Muhammad Zakir Akbar dan Ridwan Alimuddin.

Dikonfirmasi via telepon, Ketua Kagama Sulbar, Salman Dianda Anwar, menguraikan untuk tahap pertama pihaknya menyalurkan bantuan logistik sesuai kebutuhan pengungsi, seperti: sembako, kebutuhan bayi, obat-obatan dan tenda pengungsi. “Kita fokus ke penanganan kondisi darurat dulu,” pungkasnya.

Ketua PP Ipmapus Sulbar, Ahmad Zulkifli, berjalan kaki — salurkan bantuan hingga ke pelosok Tadolang, Kelurahan Mamuju, kamis (28/1). (foto: Adri)

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Sulawesi Barat, minggu (31/1), korban jiwa akibat gempa bumi sulawesi barat berjumlah 101 orang. Korban hilang: 3 orang. Luka berat 278 orang. Luka ringan: 5.284 orang. Sementara kerusakan dan kerugian materil mencapai 1,18 triliun rupiah (update: 27 januari 2021). (LS)

Reporter: Ahmad Nur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here