Mamuju, Sidang Perdana Kasus BLT: Saksi Mengaku Disuruh Pak Lurah Dukung Petahana

0
Sidang perdana kasus pemanfaatan penyaluran BLT di Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju. Selasa (24/11), di Pengadilan Negeri Mamuju, Jl. AP. Pettarani. (Foto: Rahmat)

LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – Pengadilan Negeri Mamuju menggelar sidang perdana kasus penyalagunaan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju. Terdakwa Wahyuddin diduga memanfaatkan program BLT untuk mengkampanyekan paslon nomor 2 di Pilkada Mamuju. Sidang berlangsung, Selasa (24/11), di Kantor Pengadilan Negeri Mamuju, Jl. AP. Pettarani.

Kasus ini dilaporkan oleh tim hukum paslon nomor urut 1, Sutinah – Ado’ Mas’ud, kepada Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Kabupaten Mamuju. Gakkumdu menetapkan Kepala Kantor Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Wahyuddin, sebagai tersangka. Berkas laporan terdakwa resmi dilimpahkan ke pengadilan pada 23 November 2020, lalu.

“Hari ini pengadilan Negeri Mamuju menggelar sidang perdana untuk kasus dugaan pemanfaatan pembagian BLT Lurah Rangas dengan agenda pembacaan dakwaan sekaligus pemeriksaan saksi,” kata Dedi, Kuasa Hukum Tina-Ado.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yusriana Yunus mengatakan terdakwa dikenakan Pasal 188 Jo Pasal 71 ayat 1 dengan ancaman pidana 6 bulan kurungan penjara dan atau denda sebesar 600 ribu rupiah sampai dengan 6 juta rupiah.

Baca Juga: Gunakan Dana BLT di Pilkada, 2 Orang di Mamuju Resmi Jadi Tersangka

JPU menghadirkan 4 orang saksi dari pelapor. Saksi Jumadil yang merekam secara langsung kejadian tersebut menjelaskan jika dirinya merasa curiga saat poses pembanggian BLT di Kelurahan Rangas karena diduga dilakukan di posko pemenangan petahana, Habsi Wahid – Irwan Pababari.

“Ditempat pembagian BLT terpasang baligho pasangan calon nomor urut 2 (Habsi-Irwan),” jelas Jumadil

Sementara 2 orang saksi penerima bantuan tersebut mengaku diarahkan terdakwa untuk mendukung Paslon nomor 2 setelah menerima BLT. “Setelah menerima BLT, saya kemudian diarahkan untuk masuk kedalam rumah dan didalam rumah ada pak Lurah memberikan Vit C sambil mengucapkan “pilih ki !” nomor 2 (Habsi-Irwan),” ujar para saksi dalam persidangan.

Sidang ditunda sampai besok, Rabu (25/11), dengan agenda yang sama: mendengarkan keterangan sejumlah saksi termasuk saksi ahli.

Reporter: Ahmad Nur/rfa (LS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here