Ado’ Tinjau 2 Sungai Penyebab Banjir Bandang di Kalukku

0
Calon Wakil Bupati Mamuju, Ado' Mas'ud, meninjau lokasi abrasi sungai di Desa Rea Guliling, Minggu (22/11/2020). (Foto: Sugiarto/TP)

LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – Ado’ Mas’ud meninjau dua lokasi sungai di Desa Pokkang dan Desa Rea Guliling, Kecamatan Kalukku. Sungai yang sering meluap dan merendam rumah penduduk. Warga meminta dibangunkan tanggul penahan banjir jika Ado’ terpilih sebagai wakil bupati Mamuju. Hal itu disampaikan saat menggelar pertemuan terbatas pada Minggu, 22 September 2020.

“Ya tiap tahun kami usulkan pembuatan tanggul, tapi belum ada tindak lanjut yang jelas. Kalau banjir datang kami pasrah saja,” kata Gerson warga Desa Pokkang.

Penanggulangan banjir di dua desa ini memang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Beberapa tahun terkahir, Desa Pokkang menjadi sala satu wilayah yang dilanda banjir terparah di Mamuju akibat luapan air sungai. Ketinggian air mecapai hingga lutut orang dewasa. “Perlu dipasang tanggul dari batu gaja dan rekayasa aliran sungai,” ujarnya

Menurut pengakuan warga, tanggul dari buronjong yang dibangun sekira 10 tahun lalu sudah rusak dan tidak mampu menahan debet air di musim hujan. “Jika kita terpilih maka ini salah satu prioritas di kedua Desa ini,” pungkas Ado’.

Selain itu, warga juga meminta dibangunkan Tower. Jaringan telkomsel (4G, 3G, 2G) di dua desa ini masih putus-putus dan belum mampu menjangaku seluruh wilayah desa, utamanya desa Rea Guliling. Padahal desa ini tidak termasuk daerah pelosok. Jumlah penduduknya banyak dan tak jauh dari kota Mamuju — sekira 30 KM.

Majunya Ado’ sebagai putra kalukku diharapkan menjadi solusi atas segudang masalah di mamuju. Ado’ dianggap representatif masyarakat kecamatan kalukku dengan jumlah penduduk terbayak kedua setelah kecamatan Mamuju.

“Kami sangat bangga dengan bapak Ado Mas’ud sebagai putra terbaik Kalukku yang maju dalam Pilkada, besar harapan Kami pada Pak Ado,” Ibu Darma (44) warga Rea Guliling.

Dalam pertemuan itu, Ado’ didampingi langsung Ketua Bappilu DPW PAN Sulbar, Munandar Wijaya. Mereka disambut dengan musik bambu (seruling) dan gendang rebana (qosidah) — musik tradisional ummat islam yang dipopulerkan pertama kali dari timur tengah.

Penyambutan itu sebagai bentuk kebanggaan masyarakat kalukku atas majunya Ado’ Mas’ud sebagai calon wakil Bupati pertama dari Kalukku.

Reporter: Ahmad Nur (LS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here