DPO Polman: Cabul Waktu Masih Ingusan Ditangkap Setelah Dewasa

0
Gambar Ilustrasi (foto.istimewah)

LENSASULAWESI.ID, MAMUJUKejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat kembali mencatat prestasi: menangkap 3 terpidana kasus pencabulan anak dibawah umur (- 18 tahun) di kabupaten Polman yang menjadi buron (DPO) sejak tahun 2018. Mereka adalah AN, ML dan AI — ketiga pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan, Selasa (3/11/2020), di Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Kajati Sulbar Jhony Manurung mengungkapkan pelaku saat melakukan aksinya 2 tahun lalu juga masih berstatus anak dibawah umur. Namun setelah berhasil diamankan oleh Tim Gabungan Kejati Sulbar dan Kejari Polman, dua diantaranya sudah tergolong dewasa atau cukup umur yaitu AI dan ML. Sementara pelaku AN masih tetap dibawah umur.

“Pada saat melakukan tindak pidana masih berstatus anak dibawah umur dan pada saat dilakukan pengamanan, 2 (dua) sudah dewasa,” kata Jhony Manurung.

Terdakwa ML ditangkap di desa Bonde, Kecamatan Campalagian (Polman) dan AI di Kelurahan Sidodadi, Wonomulyo (Polman). Sementara AN berhasil diringkus di depan masjid Al Multsafar, Jl. poros Mapilli (Polman). Ketiga pelaku diamankan berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI dengan pidana penjara 1 tahun dan 6 bulan di Balai latihan kerja (BLK).

“Selama 6 (enam hari) sudah dilakukan pengintaian oleh Tim Intelijen Kejati Sulbar bersama tim Intelijen Kejari Polman,” ujar Jhony.

Pelaku diamankan karena telah terbukti melanggar Pasal 82 Ayat (1) Jo. Pasal 76E UU No. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Setelah berhasil diamankan, ketiga terdakwa langsung dirapid tes dan hasilnya non reaktif. Kemudian dibawah ke kantor Kejari Polman untuk dipersiapkan dikirim ke Lapas Polewali Mandar.

Kapala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulbar, Amiruddin, mengatakan penangkapan DPO dilakukan berdasarkan intruksi langsung dari Kejati Sulbar sebagai bentuk dukungan atas program kerja Kejaksaan Agung RI dalam melakukan penegakan Hukum di Indonesia. “Sekaligus bentuk nyata keseriusan Kejaksaan dalam melaksanakan putusan Pengadilan,” pungkasnya.

Reporter: Ahmad Nur (LS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here