PAD Mamuju Menurun, GTT-PTT Terancam Tidak Digaji

1
Foto.Net

LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – Tenaga kontrak (GTT/PTT) kabupaten Mamuju sampai saat ini belum digaji. Pasalnya, anggarannya belum disiapkan pemerintah daerah. Plt. Bupati Mamuju, Abd. Wahab, menjelaskan gaji GTT dan PTT bersumber dari anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementata PAD kabupaten Mamuju tahun ini diperkirakan tidak memenuhi target bahkan terbilang menurun. Hal itu disebabkan karena pandemi Covid 19.

“Semua terkoreksi bahkan pendapatan negara juga menurun,” kata Abd. Wahab, Minggu (25/10).

Ketua Komisi III DPR Mamuju – Masram Jaya mengungkapkan pemerintah daerah menargetkan PAD Mamuju tahun 2020 diangkah 115 miliar. Namun sampai akhir Agustus kemarin hanya terealisasi sekira 27 miliar. “Jadi diperkirakan akhir Desember kisaran 50 sampai 60 M. Semoga,” kata Masram saat dikonfirmasi via WhatshApp pribadinya.

Terpisah, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mamuju, Budianto Muin, menuturkan pemerintah membutuhkan dana sebanyak Rp. 3,2 miliar untuk pembayaran gaji tenaga kontrak setiap bulan. Sedangkan jumlah PAD Mamuju tidak mampu menutupi jumlah anggaran yang dibutuhkan.

Namun Budianto tetap optimis. Dia berharap ada kebijakan alternatif dari pemerintah agar gaji tenaga kontrak dapat segera dituntaskan.

“Selama anggaran PAD memungkinkan atau cukup untuk membayarkan gaji tenaga kontrak lalu ada arahan pimpinan maka kami di BPKAD akan prioritaskan untuk dibayar,” pungkas Budianto, dikonfirmasi, rabu (28/10). (LS)

Reporter: Ahmad Nur/Muhlis

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here