Amrullah Waris Ciptakan Aplikasi E-LAPAK Untuk Permudah Kontraktor

0
Sekertaris Daerah Pemerintah Provinsi Sulbar, Muhammad Idris (kiri) bersama Kasubag Pengadaan Barang Jasa, Amrullah Waris (kanan-masker hitam), saat melaunching Klinik E-LAPAK, kamis (8/10), di Lantai III Kantor Gubernur Sulbar, Jl. Pattana Endeng, Mamuju. (Foto: Ahmad Nur)

LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Idris DP, acungkan jempol kepada Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Lewat otak visioner Kepala Sub Bagian Pengadaan Barang Jasa, Amrullah Waris, yang menciptakan aplikasi E-LAPAK, kini layanan pengadaan barang jasa Sulawesi barat semakin moderen dan berkualitas.

E-Lapak adalah aplikasi layanan pengadaan berbasis elektronik. Dapat diunduh melalui Play Store dan dilengkapi dua fitur; administrasi e-lapak dan klinik e-lapak. Memudahkan pengusaha saat mengikuti proses lelang proyek atau tender pengadaan barang jasa. Muhammad Idris mengaku mulai merasakan atmosfir kemajuan Sulbar dengan kehadiran aplikasi ini.

“Terima kasih kepada saudara Amrullah Waris, sudah menemukan  layanan pengadaan barang jasa berkualitas berbasis elektronik. Kita Apresiasi e-Lapak ini. Saya yakin dengan adanya e -Lapak ini kita akan semakin meningkatkan semangat kita dalam bekerja untuk membangun Sulbar,” kata Muhammad Idris, saat melaunching E-LAPAK, kamis (8/10), di Lantai III Kantor Gubernur Sulbar, Jl. Pattana Endeng, Mamuju.

Kepada awak media, Amrullah Waris (41) mengatakan e-lapak hadir sebagai solusi dalam mendukung pelaksanaan dan percepatan pengadaan barang jasa di Sulawesi barat. Amrullah memang dikenal sebagai pejabat pengadaan yang terbilang senior di dunia barang jasa. Suka berinovasi dan menciptakan hal hal baru. Memiliki visi dalam menciptakan layanan pengadaan yang transfaran dan akuntabel.

Launching juga dirangkaikan dengan peresmian ruangan klinik E-LAPAK – sala satu fitur aplikasi sebagai ruang konsultasi dan sharing knowledge bagi kontraktor atau pengusaha. “Dengan klinik e-lapak ini kami harapkan teman-teman tidak lagi bersusah paya datang berkonsultasi ke UKPBJ ketika punya persoalan terkait pengadaan barang dan jasa,” ujar Amrullah, pria berdarah mandar ini.

Alumni UNM Makassar itu menjelaskan, aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur administrasi e-lapak sebagai pelayanan public dengan mentransformasi model paper based goverment ke elektronik government serta memudahkan dalam mengaupload dokumen secara digital. “Tidak ada lagi kertas kertasan dalam proses pengadaan barang dan jasa” jelas Amrullah.

Aksi perubahan baru yang dicetuskan lelaki kelahiran polewali mandar itu diapresiasi dan didukung banyak pihak terkhusus bagi para pelaku pengadaan barang dan jasa (kontraktor).

Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Sulawesi Barat, Hamdan Hamdani, mengatakan aplikasi tersebut merupakan progres atas tantangan sekretaris daerah provinsi sulbar dalam memaksimalkan kerja – kerja UKPBJ. “InsyaAllah hari ini, inilah yang kami tampilkan semoga dapat mengatasi dan menjadi solusi apa yang menjadi kendala selama ini di unit kerja kami,” pungkasnya. (LS)

Reporter: Ahmad Nur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here