Anwar Ilyas Yakin Paslon Habsi-Irwan Gugur

0
Sekertaris koalisi Mamuju Keren, Yuslifar (kiri) bersama kuasa Hukum Sutinah-Ado', Anwar Ilyas (tengah), menggelar konferensi pers di sekretatiat DPD II Demokrat, Jalan Husni Thamrin Mamuju, Selasa (6/10/2020). (Foto: WhatshaApp)

LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – Kuasa Hukum pasangan calon, Sutinah-Ado optimis memenangkan sengketa pilkada Mamuju 2020. Hal itu berdasarkan fakta yang terungkap dalam persidangan. Keterangan sejumlah saksi dan bukti yang dihadirkan dalam persidangan disebut membenarkan dalil gugatannya selaku kuasa hukum pemohon.

“Pemeriksaan saksi ahli kami dari tim hukum sampai saat ini tetap yakin bahwa kami akan memenangkan ini sengketa,” kata Anwar Ilyas saat menggelar konferensi pers, selasa (6/10).

Sutinah-Ado’ menggugat keputusan KPU Nomor 307 tentang penetapan pasangan calon Habsi-Irwan karena diduga melanggar UU Nomor 10 tahun 2016 pasal 71 ayat 2 dan 3. Petahana diduga memanfaatkan program pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju untuk kepentingan politiknya 6 (enam) bulan sebelum Pilkada. Dari 40 alat bukti yang dilaporkan, kata Anwar, “tidak perlu terbukti semua,1 saja yang terbukti itu sudah dapat diskualifikasi itu jelas,”.

Baca Juga;

Ketua tim kuasa hukum paslon nomor 1 (satu) itu mengatakan keterangan sejumlah saksi ahli dari pihak Bawaslu dan KPU selaku termohon juga menguatkan gugatannya. Selain itu, Anwar Ilyas meyakini jika pihak Bawaslu transparan selama proses pemeriksaan. “Jadi sampai hari ini tidak ada keraguan dari kami bahwa permohonan kami ditolak,” sambungnya.

Anwar menjelaskan hasil musyawarah terakhir di Bawaslu, senin (5/10), memutuskan apabila gugatan pemohon ditolak maka pihaknya diberikan waktu 3 (tiga) hari untuk mengajukan banding ke PTTUN. Tapi jika gugatan pemohon diterimah maka tidak ada upaya hukum yang dapat ditempuh oleh pihak termohon dan penetapan Sutina-Ado’ oleh KPU sebagai paslon tunggal tidak dapat digugat kembali.

Anwar Ilyas menambahkan jika permohonannya dikabulkan oleh Bawaslu maka KPU diberi waktu (3 hari kerja) untuk mendiskualifikasi petahana (Habsi-Irwan) dan menerbitkan SK penetapan Tina-Ado’ sebagai calon tunggal. “Jika pihak petahana mau ke PTTUN statusnya apa sudah, karena bukan lagi dia pasangan calon. Ndak punya legal standing,” pungkasnya. (LS)

Rerpoter: Ahmad Nur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here