Dekan Kampus UKDM Tegaskan Ijazah Ado’ Tidak Palsu

0
Wakil Dekan II Universtas Karya Dharma Makassar (UKDM) Anjelia S.Kom.,M.Si (kiri) bersama Wakil Dekan I Universitas Karya Dharma Makassar (UKDM), Drs. Abdul Basith Rahman, M.Si (kanan) saat diwawancarai awak media, selasa (6/9), di Mamuju. (foto: Shirman)

LENSASULAWESI.ID, MAMUJU– Wakil Dekan II Universtas Karya Dharma Makassar (UKDM), Anjelia, menganggap laporan dugaan ijazah palsu Ado Mas’ud tidak mendasar. Hal itu ia sampaikan setelah memberikan keterangan saksi di Bawaslu Mamuju, Selasa, (6/10/2020).

Anjelia hadir didampingi Wakil Dekan I Universitas Karya Dharma Makassar (UKDM), Abdul Basith Rahman. Dia menuturkan nama Mas’ud atau Ado Mas’ud adalah alumni UKDM dan terdaftar di kampus. “Nama Mas’ud ini memang tercatat di kampus UKDM dan bisa dilihat apabila kita mengecek di universitas UKDM. Bahkan sudah ada print out namanya dan sudah bisa dicek di Forlap Dikti,” kata Wakil dekan II bidang Adiministrasi Universitas UKDM.

Terkait kesamaan nomor stambuk Mas’ud dan Eduardo Andos yang menjadi bahan bully-an pendukung petahana di media sosial, pihaknya menjelaskan karena pada tahun 2008 kampus UVRI dualisme. Tahun 2016 baru terjadi pemisahan kampus. Sehingga, kata Anjelia, semua alumni dibawa tahun 2016 masuk di UKDM. “UVRI yang ada di prokaraeng berubah jadi UKDM sementara UVRI yang di bawakaraeng Antang itu berubah jadi Pejuang,” terang wakil dekan berparas cantik itu.

Anjelia juga menjalaskan data data mahasiswa yang terlambat di update karena setiap alumni harus melapor lebih dulu. Sedangkan pangkalan data pendidikan tinggi (PDPT) UKDM baru ada tahun 2016. “Sementara pak Mas’ud ini masuk 2009 dan selesai 2011,” pungkas Anjelia. (LS)

Repoter: Ahmad Nur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here