Bumdes Mart Keren Diyakini Bisa Kembalikan Kejayaan Petani

0
Calon Wakil Bupati Mamuju, Ado' Mas'Ud, menggelar kampanye terbatas, kamis (1/9), di Rumbia Apo', Desa Pammulukang. (Foto: Ahmad Nur)

LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – 9 desember adalah hari yang dinantikan para tim sukses masing – masing pasangan calon di Pilkada serentak 2020. Pantauan redaksi, makin dekat makin menegangkan suhu politik di Mamuju. Dua pasangan calon saling lempar isu program strategis untuk menarik simpati pemilih. Calon Wakil Bupati Mamuju, Ado’ Ma’Ud, bertekad mengembalikan kejayaan kakao di Mamuju.

Dulu, Kabupaten Mamuju memang dikenal sebagai sala satu wilayah penghasil kakao terbesar di sulawesi barat. Kakao adalah tanaman andalan masyarakat – terkhusus di wilayah pegunungan. Sungguh menjanjikan sebagai komiditi andalan penghasil rupiah. Bahkan, Ado’ Mas’Ud sendiri mengaku, jika pertama kali mampu membeli sepeda dulu, itu hasil dari kakao. “Saya ingat betul yang bikin saya bisa beli sepeda itu karena kakao,” kata politisi berdarah bugis itu, saat menggelar kampanye, kamis (1/9), di Rumbia Apo – Desa Pamulukang, Kecamatan Kalukku.

Namun kini berubah. Saat berbagai model penyakit menyerang kakao, warga kehilangan cara. Program asal ada dari pemerintah dinilai sia sia – terbukti kakao tak jaya lagi seperti dulu. Petani mulai pesimis. Meski masih ada yang bertahan, tapi tak sedikit para petani memutuskan mengganti  kakao dengan jenis tanaman lain; jagung, merica, cabe hingga nilam, semua sudah dicoba. Bukan tak menjanjikan tapi dari sisi modal, ketersediaan pupuk dan bibit serta fasilitas pertanian adalah kendala utama. Belum lagi kemudahan dalam mengembangkan tanaman selain kakao – petani perlu bimbingan. “Kejayaan kakao kita kembalikan,” janji Ado’ jika terplih.

Ado’ masih yakin potensi kakao di Mamuju cukup besar. Menjadi primadona dengan pendapatan yang cukup bagi masyarakat adalah harapannya agar kakao itu kembali jaya. Mantan anggota DPRD 2 periode itu memang terkenal dengan gayanya : selama duduk di DPR rambutnya tetap Gondrong. Sederhana dan dekat dengan petani sampai dijuluki sebagai pejuang tani. “Saya ini anak petani hidup dan besar dari hasil pertanian, saya tau persis bagaimana hidup sebagai petani,” ungkap pasangan nomor urut 1 (satu) ini.

Ado’ berencana membentuk Bumdes yang diberi nama “Bumdes Mart Keren”. Bumdes ini akan berfungsi sebagai media jual beli, modal usaha layanan jasa para petani. Tujuannya, agar hasil panen petani bisa cepat dipasarkan.

Pengembangan produksi dan pemasaran pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan, kata Ado’, harus berbasis riset. Agar seluruh proses usaha para petani mulai pra sampai pasca panen bisa terintegrasi dan menghasilkan produk unggul.” Itu yang kami sebut di issu strategis dalam Visi-misi Kita Mamuju Keren, desa sebagai kekuatan ekonomi,” pungkas calon wakil bupati dari Sutinah Suhardi itu.

Reporter: Ahmad Nur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here