Warga Pammulukang Keluhkan Jalan dan Janji di Musim Pemilu

0
Kondisi jalan yang memprihatinkan di dusun rombia apo', desa pammulukang. (foto.istimewah)

LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – Selain desa Bela’ dan desa Kopeang, sala satu daerah yang masih ter isolir di mamuju adalah desa Pammulukang. Dari 7 (tujuh) dusun di desa bagian pegunungan kalukku ini, 4 (empat) diantaranya masih memprihatinan; rumbia apo’, tatora, pondok indah dan salu dango (perbatasan kabupaten mamasa). Akses jalan ke dusun ini masih sangat parah – licin dan bebatuan. Tidak jarang di musim hujan, warga terpaksa berjalan kaki akibat jalan terputus tertimbun longsor.

Dari data yang dihimpun redaksi, dusun bukit indah dan salu dango adalah wilayah terparah. Terutama salu dango yang belum dijangkau jaringan listrik dan tak bisa dilalui kendaraan roda 4 (empat) — gelap dan terpencil. Daerah ini berada diatas ketinggian sekira 1200 M diatas permukaan laut dan dihuni (-+) 30 kepala keluarga yang berkerja sebagai petani. Ter isolir dan jarang disentuh pembangunan pemerintah. Padahal hanya berkisar 37 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Mamuju.

Sementara jaringan telekomunikasi baru bisa diakses sampai di rumbia apo’, itupun hanya daerah tertentu. Dihuni sekira 50 kepala keluarga, suku mandar. Hasil pertanian di desa ini cukup melimpah namun tidak mendapatkan harga yang setimpal karena sulit dijangkau para pedagang.

“Kalau di musim hujan, jalanan menjadi sangat licin dan berlumpur, saya selalu mendorong motor, terkadang juga terjatuh jika memaksakan berkendara,” kata Asmuddin (47), warga dusun rumbia apo’, Kamis (01/10/2020).

Asmuddin menceritakan kadang dikunjungi pejabat di kala musim pemilu. Pilkada tahun 2015 dulu dijanji lagi namun tak terwujud hingga pemilu kembali digelar. “Pemimpin kami sudah pernah kesini 5 tahun lalu dan berjanji untuk memperbaiki jalan kami, tapi sampai saat ini sedikit pun tidak ada pembangunan jalan,” ujar Asmudsin.

Kepala Desa Pammulukang, Jasmin, saat dikonfirmasi menjelaskan sejak dia dilantik tahun 2018 lalu, hanya mampu membangun jalan kisaran 2 KM – dari dusun betteng batu ke rumbia apo’ dengan menggunakan dana desa. Pembangunan jalan lanjutan yang dia program di tahun 2020 tertunda karena refocusing anggaran covid 19. “Tidak ada lain selain menggunakan ADD kami,” kata Jasmin.

Jasmin mengaku membutuhkan bantuan pemerintah daerah untuk menuntaskan pembangunan jalan di desanya. Pihaknya sudah mengusulkan dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) kecamatan setiap tahun namun tidak terealisasi. “Setiap tahunnya kami usulkan di musrembang kecamatan. Alhamdulillah solusinya tidak ada yang maksimal, satu pun tidak ada yang terlaksana,” pungkasnya. (LS)

Repoter: Ahmad Nur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here