Cerita Halbiah Dipecat Sepihak Tuan’ Camat, Dijawab BKD Mamuju

0
Ilustrasi.Net

LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – Halbiah (32 tahun) dan Hasnawiah (35 tahun) adalah saudara kandung. Mengabdi sebagai tenaga kontrak kabupaten Mamuju sejak tahun 2008 di bagian Kesra Kantor Kecamatan Kalukku. Keduanya diduga dipecat secara sepihak oleh Kepala Kantor Kecamatan Kalukku, Hardu, karena persoalan sepeleh.

Saat dikonfirmasi, Halbiah mengungkapkan jika pemecatan itu ditengarai karena persoalan Pilkada.

Hal itu berawal saat Halbiah dan tantenya, Fatmawati (-+ 40 tahun) bersilaturrahmi di rumah Suhardi Duka (SDK), sekira 7 agustus 2020 lalu, di Jl. Husni Tamrin Mamuju.

SDK adalah ayah dari Sutinah yang menjadi bakal penantang petahana Habsi Wahid di Pilkada Mamuju 2020. Halbiah mengaku jika SDK masih terbilang keluarganya,: “Sepupu dua kali SDK sama mama,” ungkapnya, Jumat 21 agustus 2020.

Dalam ceritanya, Halbiah berkunjung sesudah lebaran Idul Adha (31/7/2020). “Masih suasana lebaran,” terangnya.

Halbiah mengatakan hanya menemani Fatmawati untuk mengambil tanaman bunga dan bersilaturrahmi dengan Harsinah (istri Suhardi Duka). Tak membahas soal Pilkada apalagi kampanye. “Kan ini bukan rumahnya ibu Sutinah,” kata Halbiah.

Dalam penjelasannya, Halbiah hanya duduk dikursi bagian belakang (meja makan) sembari menunggu Fatmawati yang lagi cerita dengan Harsinah di ruang tamu. Tidak bertemu dengan Suhardi Duka apalagi Sutinah.

Namun ia tak menyangka jika dalam kunjungan itu ada yang mengambil gambar (foto) dan mempostingnya di media sosial (facebook).

Setibanya di kantor Kecamatan Kalukku, pada 10 agustus 2020, Halbiah didatangi Kepala Desa Kabuloang, Munajad, di ruang kerjanya dan mengancam akan memecatnya sebagai tenaga kontrak. “Ee Halbiah mauko kupecat,” kata Halbiah, saat menirukan ucapan Munajad kepadanya.

Munajat lalu melaporkan foto Halbiah kepada Hardu, selaku Kepala Kantor Kecamatan Kalukku. Halbiah mengaku sudah memohon untuk tidak dilaporkan ke pimpinannya namun tidak diindahkan. “pak jangan miki masuk kasian di pak Camat,” ucap Halbiah, mengulang ucapannya kepada Munajad.

Usai melapor, Munajad bersama Hardu kemudian mendatangi dan menegur Halbiah dengan suara yang tinggi. Dia hanya bisa terdiam. “Oo berarti tidak samaki karena di rumahnyako pak SDK,” lanjut Halbiah, menirukan perkataan Hardu.

Halbiah mengatakan namanya kemudian dicoret di lembar absen (daftar hadir) tenaga kontrak. Nama kakaknya, Hasnawiah, pun ikut dicoret meski tak ikut dalam kunjungan itu.

Screnshoot: Nama Halbiah dan Hasnawiah yang dicoret dari absen tenaga kontrak Kantor Kecamatan Kalukku. (Foto: WhatshaApp)

Halbiah merasa kecewa atas sikap Hardu sebagai pimpinannya yang menegur di hadapan rekan kerjanya. Ia merasa malu dan tak dihargai. “Berapami Camat selamaka’ kontrak, barusan ini pak Camat tidak napanggil bagus masuk dalam ruangannya, tandanya tidak nahargaika’,” ucapnya dengan piluh.

Tapi, meski sudah dipecat, Halbiah dan Hasnawiah tetap aktip berkantor karena belum menerima surat pemecatan resmi dari pemerintah Kabupaten Mamuju. “SK ku berlaku sampai bulan Desember 2020,” tutur Halbiah.

Dikutip dari Tagar.Id, Hardu membenarkan jika telah memecat Halbiah bersama saudaranya, Hasnawiah, sebagai tenaga kontrak. “Saya memecat mereka karena mereka telah melakukan keberpihakan kepada salah satu bakal calon Bupati Mamuju pada Pilkada nantinya,” kata Hardu (20/8/2020).

Selain itu, Hardu juga menyebut keduanya jarang masuk kantor. “Mereka juga malas masuk kantor, jadi saya pecat saja mereka,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Bidang Pengakatan Pemberhentian dan Informasi Pegawai BKPP/BKD Kabupaten Mamuju, Muhammad Yusuf, saat diwawancarai via telepon oleh kru LS, tidak membenarkan adanya kabar pemecatan tenaga kontrak tersebut.

Menurutnya, pemberhentian tenaga kontrak adalah kewenangan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Daerah,: “Tidak ada kewenangan pak camat untuk memberhentikan,” kata Yusuf.

Hingga saat ini pihak BKPP belum menerima usulan secara tertulis apalagi menerbitkan SK pemberhentian tenaga kontrak Halbiah dan Hasnawiah. Yusuf mengaku sudah mengkonfirmasi langsung ke Kepala Kantor Kecamatan Kalukku, Hardu, namun menurutnya bukan pemecatan tapi sebatas teguran.

Selaku pemerintah, Yusuf, juga menyayangkan sikap oknum pejabat jika melakukan tindakan yang dianggap sepihak dalam memberhentikan tenaga kontrak. “Semestinya teman teman pejabat itu berpihak ke teman teman tenaga kontrak,” ujarnya.

Yusuf berencana melakukan kunjungan ke Kantor Kecamatan Kalukku, untuk memastikan kebenaran informasi pemecatan Halbiah dan Hasnawiah tersebut. (LS)

Reforter: Ahmad Nur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here