Masalah Yang Tak Berujung’

11
Kapala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Hamzih, memberikan sambutan di acara pembukaan pelatihan "Pembinaan Pemuda Anti Narkoba", senin (27/7/20), di Hotel Mamuju Beach. (Foto: Ahmad/Muhlis)

LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – Ibarat pohon pisang ‘Pantang Mati Sebelum Bertunas’ – meski batang sudah ditebas, tunasnya akan kembali tumbuh. Begitulah Narkoba di Indonesia – seolah menjadi masalah yang tak berujung.

(Ralat Berita: sebelumnya judul berita ini (27/7), Narkoba dan Antinya dirubah menjadi Masalah Yang Tak Berujung).

Berbagai upaya pemerintah sudah dilakukan untuk menghentikan peredarannya. Tidak sedikit pengguna Narkoba berakhir jeruji. Namun obat dilarang ini (Narkoba) masih saja tumbuh subur di nusantara.

Narkoba adalah musuh utama negara indonesia. Antara bahaya narkoba dengan Teroris disejajarkan karena mengancam keselamatan bangsa, utamanya pemuda.

Kapala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Sulbar – Muhammad Hamzih menjelaskan jika narkoba tidak lagi pilih merek’. Menyerang kalangan muda, kalangan tua hingga anak-anak. Hal itu ia ungkapkan saat membuka kegiatan pelatihan “Pembinaan Pemuda Anti Narkoba”, senin, 27 Juli 2020, di Hotel Mamuju Beach.

Baca Juga: Dispora Sulbar Bina Pemuda Jauhi Narkoba

(kiri-kanan): Ka. Bidang Layanan Kepemudaan Dispora Sulbar, Hasdiq Ramadhan, Ka. Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Muhammad Hamzih, Ketua Forum Pembaharuan Kebangsaan Sulbar, Nanang Wahidin. (Foto: Ahmad/Muhlis)

Narkoba disebut sudah merambah kesemua level; dari kalangan mahasiswa, politisi, pejabat, pengusaha, artis hingga kalangan masyarakat biasa.

“Saya berharap ada konsensus bersama untuk menghindari itu (narkoba, red),” kata Hamzih.

Laporan Ketua Panitia Pelaksana “Pembinaan Pemuda Anti Narkoba, Hasdiq Ramadhan (27/7/20). (Foto: Ahmad/Muhlis)

Hamzih juga mengatakan, penyebaran Narkoba di masa pandemi covid 19 justru mengalami peningkatan. Ia mencontohkan sejumlah artis tanah air yang ditangkap polisi akibat penyalagunaan narkoba.

“Pada masa pandemi ini penyebaran narkoba luar biasa,” ujar Hamzih, sala satu nama yang disebut-sebut akan diturunkan menjadi karateker Bupati Mamuju tahun ini.

Hamzih berharap pemuda menjadi penyuluh anti narkoba. Menjadi generasi terdepan untuk memutus mata rantai penyebaran narkoba di indonesia.: “Jangan jadi pemakai,” harapnya.

Peserta pelatihan “Pembinaan Pemuda Anti Narkoba” (27/7/20). (Foto: Muhlis)

Hamzih mengingatkan tentang bahaya penyebaran narkoba di sulawesi barat yang kian meningkat, apalagi di masa pandemi virus corona.: “Jangan menjadi penyumbang paling banyak penyebaran narkoba,” pungkasnya. (LS)

Reporter: Muhlis/Ahmad Nur

11 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here