APBD ‘Membeku’, Sulbar Optimis On The Track di Triwulan ke 3

5
Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Muhammad Idris, memimpin rapat pemantapan agenda Kunjungan Kerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo, senin (1/6/2020), di rumah jabatan Sekda Prov. Sulbar. (Foto: Humas Prov. Sulbar/Ahmad Nur)

LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – Anggaran Provinsi Sulbar masih ‘membeku’. Banyak kegiatan yang belum berjalan di OPD. Serapan anggaran masih rendah – belum separuhnya dari total APBD Sulbar 2,2 Trilliun.

Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Idris, optimis mampu penuhi target Presiden Joko Widodo di triwulan ke 3.

Sebelumnya, Presiden Jokowi ingatkan para pimpinan kepala daerah terkait realisasi anggaran tahun 2020 yang masih rendah di 34 Provinsi. Sulbar disebut baru 24 %, di urutan ke 26.

(Baca Juga : Realisasi APBD Sulbar Minim 24 %, DPR Belum Terima Laporan)

“Sulbar sudah akan on the track di triwulan ke 3,” ujar Muhammad Idris, kepada redaksi, senin, 20 Juli 2020.

Kata Idris, yang dibacakan Presiden Joko Widodo adalah data 31 Juni 2020.

Sementara data terakhir pada 20 Juli 2020, anggaran Pemprov Sulbar sudah terserap hingga 34%.

“Itupun yang sudah direalisasi dengan DP2D,” jelasnya.

Idris menjelaskan pandemi Covid 19 membuat daya serap anggaran jadi tersendat.

Refocusing anggaran Pemprov Sulbar senilai Rp.175,9 miliar dianggap sebagai bagian yang paling berpengaruh. Selain itu, sejumlah pos belanja belum berjalan karena petunjuk teknis dari Kementerian belum rampung.

“Seperti insentif tenaga medis & non medis, program pengaman pengamanan ekonomi,” terang Idris.

Muhammad Idris juga menanggapi pernyataan Badan Anggaran DPR Sulbar, Hatta Kianang, yang meminta laporan penggunaan anggaran untuk semester pertama.

“Iya, kita laporkan dan memang kita bisa linkkan data. Mereka akan dapat memahami dengan laporan yang sifatnya review progres on going,” tutup Idris. (LS).

Reporter: Ahmad Nur/Muhlis

5 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here