Beringin Sulbar Dikunci Lewat Diskresi

7
Ketua Pemenangan Pemilu DPP Golkar Wilayah Sulawesi, Muhammad Balya, saat diwawancarai redaksi, jumat malam, 17 Juli 2020, di D'Maleo Hotel & Conventian Mamuju. (Foto: Ahmad Nur)

LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – Setelah lama tanpa nahkoda – pasca Anwar Adnan Saleh diberhentikan dari Ketua DPD I partai Golkar Sulawesi Barat. Akhirnya Musyawarah Daerah (Musda) ke 3 DPD I Partai Golkar siap digelar.

Rencananya Musda Golkar akan dilaksanakan, sabtu, 18 – 19 Juli 2020, di D’Maleo & Convention Mamuju.

Pantauan redaksi LS pada jumat malam (17/7), kader – kader beringin mulai berdatangan dari berbagai daerah di Sulbar.

Sebelumnya, 2 tokoh di Sulbar; Aras Tammauni dan Andi Ibrahim Masdar digadang akan bertarung merebut kursi Ketua.

Namun, DPP Golkar rupanya telah mengunci Kursi Ketua DPD I Golkar Sulawesi Barat untuk Aras Tammauni lewat surat diskresi.

Ketua Pemenangan Pemilu DPP Golkar Wilayah Sulawesi, Muhammad Balya, menjelaskan DPP Golkar sudah memandatkan Aras Tammauni untuk mengikuti Musda.

“DPP Partai Golkar sudah mengeluarkan surat diskresi untuk H. Aras yang ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekjen,” kata Muhammad Balya kepada redaksi, Jumat malam, 17 Juli 2020.

Balya mengatakan jika merujuk pada Peraturan Organisasi (PO) partai Golkar maka Andi Ibrahim Masdar dan Aras Tammauni disebut tidak bersyarat.

“Makanya ada surat diskresi dari DPP Partai Golkar. Diskresi itu untuk mengabaikan semua persyaratan – persyaratan yang disyaratkan dalam peratutan organisasi dan surat tersebut ada di H. Aras Tammauni,” terangnya.

Dengan surat Diskresi dari DPP, Aras Tammauni hampir dipastikan terpilih secara aklamasi pada Musda DPD I Golkar Sulawesi Barat.

Muhammad Balya menuturkan jika musyawarah mufakat sudah tercapai dalam Musda maka itu sudah dianggap demokratis.

“Perlu dipahami bahwa aklamasi kan bukan persoalan demokratis atau tidak. Namun ketika musyawarah mufakat itu sudah tercapai, kemudian semua sudah sepakat untuk menunjuk salah satu misalnya H. Aras, saya kira tidak ada masalah,” jelasnya.

Saat ditanya soal informasi Andi Ibrahim Masdar yang ikut mengambil formulir pendaftaran di Musda Golkar.

Pihaknya enggan berkomentar banyak. Kata Balya, ada proses internal yang harus dilalui.

“Meski saya pernah dengar bahwa pak Andi Ibrahim punya keinginan dari dulu tetapi sinyal dari DPP mengarah ke H. Aras,” tegas Muhammad Balya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Lodewijk Paulus rencananya akan hadir dan membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) III DPD I Golkar Sulbar.

Lodewijk bersama rombongan DPP lainnya dijadwalkan tiba sabtu (18/7), sekira pukul 03.00 di bandara Tampa Padang, dengan menggunakan pesawat pribadi yang disiapkan Bupati Mamuju Tengah, Aras Tammauni. (LS)

Reporter: Ahmad Nur

7 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here