Sidang Paripurna Hari Jadi Mamuju ‘Sepi’

4
Puluhan kursi anggota DPR kabupaten Mamuju terlihat kosong saat rapat paripurna peringatan Hari Jadi Mamuju ke 480. (Foto: Adi)

LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – Sejumlah anggota DPR melontarkan rasa kecewa atas sikap Ketua DPR Kabupaten Mamuju – Aswar Anshari yang dinilai kadang ‘bertindak semaunya’. Akibatnya, sidang paripurna peringatan hari jadi Mamuju ke – 480 pun terlihat ‘sepi’.

Rapat digelar siang tadi, selasa, 14 Juli 2020, di aula Gedung DPR Kabupaten Mamuju. Dihadiri Bupati Mamuju – Habsi Wahid dan Sekertaris Daerah Provinsi Sulbar – Muh Idris. Raja Mamuju – H. Andi Maksum Da’i juga terlihat hadir.

Namun, hanya dihadiri 9 orang anggota DPR dari partai Nasdem dan 1 orang dari partai Perindo. 20 kursi anggota DPR yang lain terlihat kosong.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Mamuju – Aswar Anshari. Sementara kursi Wakil Ketua DPRD Mamuju – Andi Dodi Hermawan dan Syamsuddin Hatta terlihat kosong.

Padahal, Sekertaris Dewan DPRD Mamuju – Lukman Sanusi, menjelaskan undangan rapat sudah disampaikan – dua hari sebelum rapat paripurna dilaksanakan.

Sementara, Ketua DPR – Aswar Anshari menilai anggota DPR yang absen tidak menghargai Mamuju.

“Mereka tidak menghargai Mamuju,” singkatnya.

Tidak hadirnya 20 anggota DPR diduga karena hubungan antara anggota dan pimpinan DPR tidak harmonis.

Saat dikonfirmasi, wakil ketua I DPR Mamuju – Andi Dodi Hermawan mengatakan, hasil kesepakatan rapat disebut kadang dirubah oleh Ketua DPR Mamuju.

Bahkan, Ketua DPR – Aswar Anshari dianggap tidak menghargai lembaga DPR.

“Kesepakatan dalam rapat yang biasa kita buat terkadang semaunya dia merubah, seakan-akan lembaga DPRD miliknya,” kata Andi Dodi Hermawan, saat dikonfirmasi via telepon oleh rekan wartawan darasaksara.com – Adi.

Selain itu, Andi Dodi juga menjelaskan, rapat sebelumnya yang perna ia pimpin terkadang juga tak dihadiri Ketua DPR.

Sala satunya adalah rapat refecosing anggaran percepatan penanganan Covid 19.

“Saat itu Ketua DPRD Mamuju ada diruang kerjanya tapi dia tidak mau keluar untuk hadiri rapat fraksi yang saya pimpin,” terangnya.

Terpisah, Ketua Badan Kehormatan Dewan – Muh. Reza mengatakan, pernyataan ketua DPR keliru.

Menjalankan tugas dan fungsi anggota DPR dianggap bagian dari mencintai kabupaten Mamuju.

Reza berharap, Hari Jadi Mamuju sebaiknya dijadikan bahan untuk masing-masing introveksi diri.

“Pandai pandailah memposisikan diri. Inikan lembaga kolektif kolegial, tidak sendiri,” sentilnya.

Ia menjelaskan lembaga legislatif (DPR) berbeda dengan eksekutif seperti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki atasan.

“Jadi tidak ada atasan, tidak ada yang merasa lebih diatas dari yang lain,” ujar Muh. Reza, saat dikonfirmasi redaksi LS, selasa, 14 Juli 2020, via telepon.

Reforter: Ahmad Nur

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here