Akibat Jalan Yang Rusak, Pohon Pisang Pun Tumbuh di Tengah Jalan

11
Warga tanami pohon pisang di jalan pintu masuk BTN Maspol, Kelurahan Simboro, Mamuju. (Foto: Muhlis)

LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – Akibat jalan di perumahan Graha Pelabuhan Permai rusak dan berlubang, warga tanami pohon pisang pas di badan jalan, sabtu malam, 4 Juli 2020, di Kelurahan Simboro, Mamuju.

Aksi ini berlangsung karena warga kecewa kepada pemerintah dan pemilik perumahan.

Graha Pelabuhan Permai lebih dikenal dengan sebutan Btn Maspol. Dibangun sejak tahun 2006, sekira 14 tahun yang lalu oleh perusahaan swasta – CV. Maspol. Lokasinya tidak jauh dari kompleks kantor Gubernur Sulbar.

Atas aksinya, warga berharap agar jalan perumahannya diperbaiki oleh pemerintah.

Sala seorang warga – Jamal, menyebutkan sudah berulang kali mengusulkan perbaikan jalan ke pihak developer dan pemerintah daerah namun tidak direalisasikan.

Jamal – tinggal diperumahan sejak tahun 2008, sekitar 12 tahun lalu. Namun, katanya hingga kini belum ada perbaikan jalan dari pemerintah.

“Sudah berapa kalimi tapi tidak digubris makanya ditanam ini pisang,” kata Jamal.

Jamal menjelaskan, sala satu kendalanya adalah pihak Developer perumahan belum menghibahkan pembangunan jalan tersebut kepada pemerintah.

Sehingga warga berharap agar ada solusi antara pihak pemerintah dan developer.

“Pak lurah juga sudah bicara dengan developer tidak ada juga gubrisnya, karena ini depeloper tidak mau hibahkan,” ujar Jamal.

Ditempat yang sama, Imam Mesjid Babul Rayam Btn. Maspol – Muh. Darwis, juga menyinggung soal janji kampanye yang perna disampaikan oleh Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, saat Pilkada Gubernur 2017 lalu.

Apalagi kata warga, Ali Baal Masdar, memiliki satu unit perumahan di Graha Pelabuhan Permai.

“Janjinya juga dulu kalau dia menang dia akan perbaiki jalanan ini dan pak Ali Baal yang menang disini. Hasilnya sampai sekarang tidak ada. Sesuai janjinya wajar kalau ditagi,” ungkap Muh. Darwis.

Sementara, pihak Developer perumahan Graha Pelabuhan Permai – H. Sahabuddin, menjelaskan pihaknya masih mengerjakan sekitar 80 unit bangunan perumahan sehingga belum menghibahkan pembangunan jalan tersebut kepada pemerintah.

“Saya sebagai pemilik, alasannya kenapa saya belum serahkan untuk dikerjakan karna saya masih beraktifitas disitu, setelah itu akan kami serahkan ke pemerintah (red),” kata Sahabuddin, saat dikonfirmasi, minggu, 5 Juli 2020.

Sebelumnya sudah perna dianggarkan oleh pemerintah provinsi sulbar namun ditolak karena dianggap tidak sesuai prosedur penyerahan hibah.

“Inilah susahnya karena kita mau dipaksakan kita punya untuk diserahkan. Memang perna ada anggaran tapi itu kan kesalahan prosedur – ibarat rumah, dimasuki dulu baru kita minta izin,” sambungnya.

Namun, Sahabuddin mengatakan sudah mengusulkan rencana pembangunan jalan ke pemerintah provinsi sulawesi barat untuk tahun 2021.

“Sudah saya usulkan ke pak gubernur itu,” imbuhnya.

Sahabuddin menambahkan, pihaknya akan menyerahkan akta hibahnya kepada pemerintah jika sesuai kesepakatan.

“Kalau sudah waktunya saya yang akan datangi tapi kalau ada yang mau cepat tidak ada masalah yang penting saya punya aturan yang dipakai,” pungkasnya.

Terpisah, redaksi sudah berupaya mengkonfirmasi dinas terkait pemerintah provinsi sulbar dan pemerintah kabupaten Mamuju namun belum membuahkan hasil. (LS).

Reporter: Muhlis

11 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here