LP2S UMI Pertahankan Klaster Utama, Pacu Evaluasi Kinerja Penelitian Dosen

3
Prof. Dr. Syahnur Said, S.E.,M.S. - Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya, Universitas Muslim Indonesia, Periode 2018 – 2022. (Foto: Mujahidin)

LENSASULAWESI.ID, MAKASSAR – Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar rapat evaluasi pengisian Borang Kinerja Penelitian tahun 2019, Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya (LP2S) di Menara UMI, Jalan Urip Sumohardjo, yang dimulai sejak, Senin (8/6/2020).

Kegiatan yang bertujuan untuk mengevaluasi kinerja penelitian internal UMI. Ditarget akan rampung sebelum tanggal 30 Juni 2020 mendatang.

Kepala LP2S UMI – Prof. Syahnur Said, mengatakan lembaga penelitian seluruh indonesia itu diwajibkan mengisi borang kinerja penelitian perguruan tinggi setiap tahun.

“Kinerja penelitian perguruan tinggi ini untuk mengukur seberapa jauh, seberapa besar kinerja penelitian dari lembaga tersebut,” ungkap Prof Syahnur di ruang kerjannya, Menara UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Kamis (11/6/2020).

Prof. Syahnur menuturkan, dalam mengukur kinerja penelitian, terdapat 4 unsur utama.

Keempat hal itu adalah sumber daya penelitian. Kedua tentang manajemen penelitian. Ketiga luaran penelitian. Keempat adalah refe new generating.

“Di dalam sumber daya penelitian itu terdapat beberapa sub lagi seperti dosen perguruan tinggi, peneliti asing, sumber daya staf pendukung, sumber dana Simblitatmas. Jadi sumber dana yang kita peroleh dari direktorat penelitian dan pengabdian masyarakat dari kementerian,” jelas Prof. Syahnur.

“Kemudian dari sumber dana nonsimblitatmas di luar dari pada kementrian, misalnya dana yang dari institusi sendiri dari UMI sendiri kemudian kelembagaan penelitian serta unit fasilitas penunjang penelitian,” sambungnya.

Mantan Wakil Rektor I UMI ini melanjutkan, untuk manejemen penelitian ada 2 bagian utama, yaitu: penyelenggaraan kegiatan forum ilmiah dan yang kedua manajemen penelitian.

“Sementara luaran penelitian ada 5 bagian seperti publikasi jurnal, buku ajar, pemakalah dalam forum ilmiah, hak kekayaan intelektual, dan luaran lainnya,” tutur alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini.

Sementara untuk unsur refe new generating, kata Prof. Syahnur, adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh lembaga penelitian itu selain penelitian seperti misalnya kepemilikan unit bisnis, serta apakah hasil riset dari dosen itu dikomersialisasikan.

“Jadi disini ada unit yang mengelola untuk hilirisasi hasil penelitian. Yang kedua adalah kemampuan dari lembaga penelitian untuk melakukan kontrak-kontrak kerja. Misalnya dengan pihak tertentu dengan hasil penelitian yang ada, bagaimana kerjasamanya dengan pihak yang lain atau kemampuan dari lembaga penelitian itu untuk mendapatkan dana dari luar,” tutup Prof. Syahnur. (LS/Mujahidin)

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here