Cerita 2 Perawat Dari Sulbar Jadi Relawan Tenaga Medis Covid19 di Jakarta

0
Tim Relawan Tenaga Kesehatan Covid-19: Naima (kiri) - Madi (kanan), foto dengan Alat Pelindung Diri (APD) di rumah sakit rujukan Covid-19, Wisma Atlet, Kemayoran Jakarta. (foto.istimewah)
LENSASULAWESI.ID, JAKARTA – Madi (33) dan Naima (33) – 2 perawat dari sulawesi barat yang bergabung menjadi Tim Relawan Tenaga Kesehatan Penanganan Covid-19 di Jakarta.
Dua pahlawan kamanusiaan ini adalah warga kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Kecamatan Malunda: Sebuah pengorbanan yang sepatutnya dihargai.
Madi dari Desa Bambangan dan Naima dari Desa Maliaya. Keduanya terpanggil saat mendengar kabar Kemenkes RI membuka pendaftaran relawan tenaga medis penanganan covid-19.
Tunjangan untuk para relawan pun hingga saat ini belum mereka ketahui. Saat ditanya, mereka memilih untuk tidak mempersoalkan itu.
“Panggilan kemanusiaan,” kata Madi saat diwawancarai via telepon, 10 Mei 2020.
Madi dan Naima – bergabung dengan ratusan tenaga relawan lainnya di rumah sakit darurat Covid 19, Wisma Atlet Kemayoran Jakarta.

BACA JUGA

Dengan fasiltas lengkap dari pemerintah seperti tempat tinggal dan komsumsi selama bertugas itu sudah dianggap cukup bagi kedua pahlawan ini.
“Kalau bukan sekarang, kapan lagi bisa ikut berpartisipasi untuk bangsa ini (red),” terang Madi.
Madi sebelumnya perna menjadi perawat di Rumah Sakit Mitra Manakarra, Mamuju. Ia resign dan pindah tugas di Rumah Sakit Vania Bogor, Jawa Barat, 2 tahun lalu.
Madi bergabung sebagai relawan sejak bulan maret 2020. Lebih dulu dari Naima. Sebetulnya tanpa restu orang tua: “Tapi untuk panggilan kemanusiaan saya rela ikut,” ujarnya.
Rencananya pria berdarah mandar ini ingin pulang kampung menjalani puasa Ramadhan dengan keluarganya bulan maret lalu.
Namun karena dilarang Mudik oleh pemerintah, Madi memilih untuk bergabung menjadi Tim Relawan Tenaga Medis Covid-19 di Jakarta.
Madi adalah pria single. Sementara Naima adalah ibu rumah tangga dengan 2 orang anak.
Naima Rela meninggalkan anak dan suaminya di Malunda demi membantu tenaga medis sejawatnya yang tengah berjuang menyelamatkan rakyat – korban penularan Corona Virus di Indonesia: Mereka ditempatkan terpisah di Tower 3, Wisma Atlet, Jakarta.
Sebelumnya Naima bertugas sebagai tenaga suka rela di Puskesmas Malunda dan Pustu Maliaya, Kabupaten Majene – dari tahun 2010 sampai 2019: Terbilang cukup lama menjadi relawan untuk negara.
Ia bercerita – bergabung sebagai relawan Covid19 karena panggilan nurani. Rekruitmen dari Kemenkes RI, 9 April 2020. Ia dikontrak selama sebulan – sampai bulan juni 2020. Akan diperpanjang tergantung perkembangan Covid 19 di Indonesia.
Di Jakarta, Naima ditugaskan sebagai Home Care (perawat rumah) se Jabotabek. Khwatir tentunya: “Pasti khawatir, tapi semaksimal mungkin menjaga diri,” kata Naima kepada redaksi.
Ia berharap agar wabah Covid-19 ini segera berakhir: “Supaya kita bisa cepat balik kumpul dengan keluarga,” tutup Naima. (LS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here