Niat Tulus Berbagi, Aksi Sutina Malah Dinyinyiri Kelangkaan Gula

14
Direktur Perspektif Mamuju - Yuslifar Yunus Djafar. (Foto: WhatsaApp)
LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – Aksi Peduli dari ketua MPC Pemuda Pancasila Mamuju – Sutinah Suhardi yang relah merogoh kocek pribadinya untuk memborong 32 ton gula dan dibagikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 malah dituding sebagai penyebab kelangkaan gula di kabupaten Mamuju.
Tudingan miring ini disayangkan oleh Direktur Perspektif Mamuju – Yuslifar Yunus Djafar. Menurutnya, seharusnya pihak yang menuding atas kelangkaan gula di Mamuju mampu membedakan antara stok gula untuk dikomsumsi masyarakat dan penimbunan sembako.
“Yang kita lakukan itu jelas untuk konsumsi sebab dibeli lalu kita bagikan secara gratis kepada masyarakat. Itu ibaratnya masyarakat yang beli tapi uangnya dari ibu Sutinah. Jadi sangat jelas casenya,” jelas Yuslifar.
Yuslifar menegaskan tudingan tersebut salah alamat. Ia mengatakan kalau Pemkab Mamuju berempati terhadap kondisi yang ada seharusnya mereka bergerak cepat.
“Kita meyayangkan aksi ibu Sutinah ini didistorsi dan dipolitisir,” kata Yuslifar.
Kalau perlu, kata Yuslifar, refocusing APBD kabupaten mamuju 2020 digunakan untuk membeli Sembako 10 kali lipat lebih banyak dari yang Sutinah bagikan secara gratis kepada masyarakat.
“Toh itu bukan dari uang pribadi Bupati. Daripada membangun landscape/manakarra tower atau hanya mengandalkan anggaran pusat ataupun berlindung dari Dana Desa. Itu baru pemerintah yang punya empati namanya,” ucap Yus.
Yuslifar sebaliknya menantang pihak yang menuding Sutinah sebagai penyebab kelangkaan gula di kabupaten Mamuju untuk melakukan konfrontir.
“Saya tantang yang menuding Bulog bermain dengan ibu Sutinah, dia berani tidak buat investigasi dua arah,” sambungnya.
Garis pertama, lanjut Yuslifar, yang bertanggung jawab atas ketersediaan pangan ataupun Sembako di Mamuju itu adalah Pemkab, Bulog itu di garis kedua.
Pihaknya juga mempertanyakan tentang ketersediaan sembilan bahan pokok yang dimiliki Pemda Mamuju yang dapat dibagikan secara gratis kepada masyarakat ditengah situasi pandemi corona virus di Mamuju.
“Isi gudang mereka ada berapa untuk bisa disubsidi dalam kondisi susah seperti sekarang?. Nah kalau kurangnya masih ada, baru kita ke Bulog. Ini kok sudah menuding macam-macam sementara Pemkab Mamuju sendiri tidak jelas stok mereka ada atau tidak,” pungkasnya. (LS)

14 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here