Honor Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Tak Merata, Dinsos Sulbar Disesalkan

19
Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabupaten Mamasa - Qudra Tulla. (Foto: Facebook)
LENSASULAWESI.ID, MAMASA – Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabupaten Mamasa – Qudra Tulla sesalkan proses pembayaran tali asih atau honor yang tidak merata dari Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat.
TKSK adalah tenaga pembantu Dinas Sosial Kabupaten atau Provinsi yang dibentuk oleh Kementerian Sosial RI untuk melakukan pendampingan dan memfasilitasi segala bentuk kegiatan sosial ditingkat kecamatan sesuai Permensos No. 28 tahun 2018.
TKSK merupakan relawan sosial yang ditugaskan Kemensos 1 orang menangani masing masing 1 kecamatan. Namun sunggu ironi jika mereka tidak mendapatkan upah yang sudah menjadi haknya.
Rasionya adalah para pendamping kesejahteraan secara basic harus lebih mampu secara ekonomi. Apalagi ditengah pandemi Corona Virus yang sudah menekan pertumbuhan ekonomi rakyat Indonesia.
Qudra Tulla mengatakan proses pembayaran honor atau tali asih TKSK kabupaten Mamasa tidak merata untuk triwulan pertama karena alasan teknis dari Dinas Sosial Provinsi Sulbar.
Sementara untuk pembayaran triwulan kedua sudah tidak dapat dilakukan karena terjadi pengalihan anggaran untuk penanganan Covid-19 berdasarkan surat edaran Kementrian Keuangan RI, 21 april 2020, No.742/5.2/OT.03/04/2020.
“Paling tidak pembayaran di tahap pertama ini, apa yang menjadi hak teman-teman itu diberikan sebagai dampak yang ditimbulkan oleh virus ini bukan sebaliknya,” kata Qudra Tulla.
Menurutnya, seharusnya Dinas Sosial Sulawesi Barat mencairkan semua honor TKSK di KPPN sebelum terjadi penundaan tanpa menunggu laporan terlebih dahulu.
“Dinas harus bijak dalam hal proses pembayaran honor TKSK sehingga hak-hak teman-teman terpenuhi, TKSK adalah ujung tombak Kemensos di tiap kecamatan karena dia juga sekaligus pendamping bansos pangan,” harap Qudra Tulla.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulbar – Bau Akram Da’i, saat dikonfimasi mengatakan akan menindaklanjuti kepada yang membidangi persoalan TKSK Dinsos Sulbar.
“Saya baru tau hari ini, karena kan selama ini kita tidak masuk kantor karena kerja di rumah (anjuran pemerintah). Saya koordinasikan dengan kepala bidangnya dulu dan kepala seksinya,” kata Bau Akram melalui telepon.
Menurutnya, TKSK adalah ujung tombak Kementrian Sosial dalam melaksanakan berbagai program kegiatan sosial di tingkat kecamatan apalagi dalam penanganan covid-19 pihaknya sangat membutuhkan para relawan.
“Andalannya Sosial itu sebagai pilar utama (red), apalagi dalam penangan covid ini, sangat dibutuhkan,” pungkasnya.(LS)

19 KOMENTAR

  1. … [Trackback]

    […] Read More Information here to that Topic: lensasulawesi.id/2020/04/22/honor-tenaga-kesejahteraan-sosial-kecamatan-tak-merata-dinsos-sulbar-disesalkan/ […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here