Syahrir Hamdani Sebut Pernyataannya Dipelintir di Media

15
Anggota DPRD Provinsi Sulbar dari partai Gerindra - Syahrir Hamdani saat melakukan reses di desa Patampanua Kecamatan Matakali, Desa Duampanua Kecamatan Anreapi dan kelurahan Darma Kecamatan Polewali, tahun lalu 2019. (Foto: Net)
LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – Syahrir Hamdani membantah mengatakan Pemda Mamasa tidak menganggarkan komsumsi bagi para petugas posko tepadu Covid-19 di perbatasan Mamasa-Polman. Menurutnya, pernyataannya dipelintir oleh wartawan.
“Jadi pernyataan di koran itu dipelintir oleh pers itu, bahwa seolah olah saya mengatakan tidak dianggarkan,” terang Syahrir, anggota Komisi I DPR Sulbar kepada redaksi LS melalui telepon, jumat, 18 april 2020.
Sebelumnya, Kepala Kesbangpol Mamasa – Ernesto Randan saat dikonfimasi pada, rabu, 15 april 2020, mengatakan pernyataan Syahrir Hamdani seolah olah pemerintah kabupaten Mamasa tidak memberi makan kepada petugas di lapangan. Hal ini yang membuat pihaknya merasa dicemarkan nama baiknya.
Dalam isi surat terbuka yang dialamatkan kepada Syahrir Hamdani, disebutkan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa sudah menyerahkan komsumsi kepada puskesmas setempat untuk 3 posko di perbatasan. Sementara petugas BPBD telah membuat dapur umum di Desa Matande sejak pandemi Covid-19.

BACA JUGA

Sementara, Syahrir Hamdani mengaku sebelum mengunjungi Puskesmas untuk mencari tau terkait anggaran komsumsi dari Pemda Mamasa, dia didatangi seorang wartawan dan menyebut bahwa Pemda Mamasa tidak menganggarkan komsumsi bagi para petugas yang berjaga di Posko.
“Sebelum saya datangi Puskesmas, saya di datangi oleh seseorang yang kemudian mengaku sebagai wartawan, dia juga ada di tempat itu. Dialah yang menyatakan, bukan saya yang bertanya,” ungkap Syahrir.
Syahrir mengatakan tidak mengetahui soal penganganggaran penanganan Covid-19 yang digelontorkan Pemda Mamasa.
“Pertayaannya sederhana tau apa saya itu di anggarkan atau tidak, tidak mungkin saya tau,” sambungnya.
Syahrir Hamdani menjelaskan sebelum pernyataannya dimuat di media seharusnya dikonfirmasi dulu oleh wartawan kepada Pemda Mamasa agar pemberitaan menjadi berimbang.
“Di permintaan klarifikasi itu saya di minta kenapa Pak Syahrir itu tidak hubungi pemda mamasa? Saya bilang yang harus hubungi itu sih wartawannya untuk menkonfirmasi supaya berita ini berimbang, dianggarkan atau tidak saya tidak mengerti,” jelas Syahrir.
Politisi partai besutan prabowo ini menuturkan bahwa saat berkunjung di Posko perbatasan Mamasa, ia mendapat informasi dari para medis yang bertugas bahwa mereka membawah makanan sendiri dari rumah masing-masing.
“Bahwa apakah di anggarkan tapi belum sampai ke bawah, yang jelas faktanya pengakuan dari 4 orang medis itu dia sendiri bawah makanan dari rumah,” kata Syahrir.
Namun, Syahrir mengatakan tidak perna menyebutkan bahwa pihaknya menuding Pemda Mamasa tidak menggelontorkan anggaran komsumsi untuk Gugus Tugas Covid-19 di Mamasa.
Dalam penjelasannya melalui telepon kepada redaksi, Syahrir Hamdani menerangkan bahwa Pemerintah Provinsi juga tengah merefousing anggaran terkait penanganan Covid-19 di Sulbar namun masih dalam proses penganggaran.
“Saya bilang mesti di anggarkan, kami saja di Pemda provinsi ini sedang merefocusing anggaran ini tapi ini butuh proses,” ujarnya.
Bahkan, kata Syahrir, para medis itu mengaku baru kali itu pihaknya mendapat kunjungan dari DPR.
“Dia biilang barusan ada anggota DPR masuk disitu, tapi saya bilang gak apa-apalah, inikan butuh proses. Kita kan sementara refocusing anggaran.” pungkasnya. (LS/MNS)

15 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here