Suraidah; Dorong Sosial Safety Net, Jika Tidak Pengangguran dan Kemiskinan Terbuka Lebar

0
(Foto: Instagram)
LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat – Ali Baal Masdar bersama ketua DPRD Sulbar – St. Suraidah Suhardi mengikuti rapat koordinasi yang digelar secara virtual atau telecoference bersama seluruh kepala daerah ditingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota se Indonesia, pada, jumat, 17 april 2020.
Rapat ini membahas tentang refocusing dan relokasi APBD tahun 2020 untuk percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang melanda indonesia.
Rapat dibuka oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) – Tito Karnavian dan dihadiri Menteri Keuangan – Sri Muliani, Menteri Kesehatan – Terawan Agus Putranto, Mendes PDTT, Mensos, Menkop UMKM, Menaker, Kepala BNPP/Kepala Gugus Tugas Covid 19 – Doni Monardo serta seluruh Ketua DPRD Provinsi se Indonesia.
Ketua DPR Provinsi Sulbar – St. Suraidah Suhardi mengingatkan kepada pihak eksekutif agar segera memaksimalkan upaya dalam mendorong Social Safety Net (jaring pengaman sosial).
Hal itu Suraidah sampaikan dengan melihat gejala sosial dan grafik yang terpapar Covid-19
“Sebab jika tidak, maka ancaman pengangguran dan kemiskinan terbuka lebar,” kata Suraidah, dalam release yang dikirim kepada redaksi.
Selain itu, Suraidah juga berharap kepada jajaran pemerintah daerah untuk serius dan mampu memaksimalkan penggunaan dana yang ada di daerah.
“Ikuti petunjuk pemerintah pusat karena banyak aturan yang direvisi akibat refocusing anggaran terutama APBD kita. Kita harus hati-hati karena kalau salah dalam melangkah akan berdampak panjang terhadap perekonomian daerah,” kata Suraidah.
Ada beberapa hal yang mesti jadi fokus pemerintah dalam waktu dekat, kata Suraidah, pertama penanganan mereka yang terpapar pada gejala. Kemudian bagaimana bantuan sosial diarahkan untuk mereka yang betul betul terkena dampak virus corona.
“Ketiga terkait stimulus usaha agar kemandirian ekonomi rumah tangga tetap stabil ditengah krisis ini,” pungkas Suraidah Suhardi.
Untuk diketahui, Mendagri – Tito Kanavian dalam pemaparannya membeberkan sejumlah problem yang dialami negara saat ini akibat pandemi virus corona.
Tito Karnavian menjelaskan, pandemi Covid-19 telah merenggut separuh dari kekuatan negara khususnya pada aspek ekonomi.
Sementara Menteri Keuangan – Sri Mulyani saat bicara membenarkan penjelasan Tito Karnavian.
Secara detail Sri Mulyani menjelaskan kondisi fluktuasi perekonomian nasional saat ini yang banyak dipengaruhi oleh turunnya pendapatan negara.
Betapa tidak, pada sektor penerimaan perpajakan melemah. Sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mengalami penurunan dampak jatuhnya harga komoditas.
“Kegiatan ekonomi secara nasional sangat tajam dan menurun hingga sepuluh persen,” jelas Sri Mulyani.
Hal ini terjadi karena betapa fokusnya pemerintah pusat dalam penanganan Covid 19 tersebut.”pungkasnya. (AD/LS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here