Diduga Membuat Gaduh, Pemda Mamasa Minta Syahrir Hamdani Klarifikasi Pernyataanya

1
Plt. Kepala Kesbangpol Kabupaten Mamasa - Ernesto Randan. (Foto: Instagram)
LENSASULAWESI.ID, MAMASA – Kepala Bakesbangpol Kabupaten Mamasa – Ernesto Randan membantah pernyataan anggota Komisi I DPRD Provinsi Sulbar – Syahrir Hamdani yang menyebut Pemda Mamasa tidak mengalokasikan anggaran komsumsi untuk Gugus Covid-19 kabupaten Mamasa yang bertugas di posko perbatasan Polman-Mamasa.
Pernyataan itu disampaikan Syarir Hamdani melalui media online saat melakukan kunjungan di Posko Terpadu Covid-19, selasa, 14 april 2020, di Pasapa’, Mamasa.
Dalam surat terbuka yang di share melalui akun facebook Ernesto Randan, rabu, 15 april 2020, menyesalkan pernyataan Syahrir Hamdani yang dianggap tidak sesuai fakta lapangan dan terkesan provokatif serta menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Menurutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa sudah menyerahkan komsumsi kepada puskesmas setempat untuk 3 posko di perbatasan. Sementara petugas BPBD telah membuat dapur umum di Desa Matande sejak pandemi Covid-19.
Surat Terbuka Untuk Anggota Komisi I DPRD Sulbar – Syahrir Hamdani. (Foto; Screanshoot)
Pemerintah kabupaten Mamasa meminta Syahrir Hamdani untuk mengklarifikasi pernyataannya di media karena dinilai telah mencoreng nama baik pemerintah dan membuat petugas Covid-19 di Mamasa merasa tersinggung.
Dalam isi surat yang dialamatkan kepada Syahrir Hamdani itu juga menjelaskan jika ada temuan di lapangan seharusnya dikonfirmasi kepada pemerintah daerah sebelum mengeluarkan pernyataan di media karena dapat menimbulkan kegaduhan.
Kepala Kesbangpol Mamasa – Ernesto Randan saat dikonfimasi mengatakan, pernyataan Syahrir Hamdani seolah olah pemerintah kabupaten Mamasa tidak memberi makan kepada petugas di lapangan. Hal ini yang membuat pihaknya merasa dicemarkan nama baiknya.
“Setidaknya pak syahrir bisa menelpon kepala dinas kesehatan atau kepala BPBD agar informasi berimbang. Diluar seolah olah Pemkab Mamasa menjadi sangat kejam karena tidak memberi makan petugas, semua perlu diklarifikasi dulu karena berpotensi menimbulkan kegaduhan.” pungkas Ernesto Randan, saat di konfirmasi via messengger facebooknya.
Sementara anggota Komisi I DPRD Prov. Sulbar – Syahrir Hamdani saat dikonfimasi oleh redaksi melalui sambungan telepon belum membuahkan hasil karena namornya tidak aktip. (LS)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here