Kasus Covid-19 Sulbar Bertambah Jadi 7 Orang, DPR Bentuk Pansus Awasi Gugus

0
Ketua DPR Sulbar - St. Suraidah Suhardi. (Foto: WhatshaApp)
LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – Kasus positif Covid-19 Sulawesi Barat bertambah jadi 7 orang, sebelumnya berjumlah 5 orang. Anggota DPRD Provinsi Sulbar – menggelar rapat Badan Musyawarah (Bamus) pembentukan panitia khusus (Pansus) Corona.
Rapat ini dimulai pada, rabu, 15 april 2020, pukul 09.00, melalui teleconfence atau rapat Virtual yang dipimpin oleh Ketua DPR Sulbar – St. Suraidah Suhardi.
DPR membentuk Pansus dalam rangka melakukan pengawasan kinerja Gugus Tugas Covid-19 Sulawesi Barat. Pansus DPR yang dibentuk juga akan mengawasi relokasi dana refocussing untuk penanganan virus corona.
Berdasarkan pantauan redaksi di laman resmi covid19.go.id, terkonfimasi 2 kasus baru dari Mamuju Tengah, Desa Pontanakaiyang. Hal tersebut Menambah angkah positif corona menjadi 7 di Sulbar. Sementara di laman Dinkes Sulbar, selasa 14 april 2020, jumlah ODP tercatat 1081 orang dan PDP 22 orang.
“Iya benar sudah 7 orang, dari Mateng cluster pontanakayyang,” kata Dokter Ikhwan, anggota Gugus Tugas Covid-19 Sulbar.
DPR menilai langkah Gugus Tugas dalam upaya penanggulangan penyebaran virus corona di wilayah sulawesi barat masih sangat lambat. Hal itu dibuktikan dengan melihat jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta warga sulbar yang dinyatakan positif terpapar virus corona kian bertambah.
St. Suraidah Suhardi menjelaskan kinerja Gugus bentukan pemerintah dianggap belum tegas dalam memutus rantai penularan Covid-19 Sulbar.
“Kita melihat adanya gerakan lamban di pemerintah dalam menangani covid 19 sehingga kita ingin masuk dalam hal pengawasan sebagai tugas kita,” tegas politisi bintang mercy ini.
Sejak Corona masuk di wilayah sulawesi barat terlihat sejumlah aktivitas masyarakat tidak hanya terganggu namun tertunda.
Tidak sedikit masyarakat sulbar yang kehilangan penghasilan akibat wabah ini, sehingga, kata Suraidah, pemerintah juga harus memikirkan dampak sosial dan ekonomi akibat Corona Virus.
Menurutnya, pemerintah harus hadir untuk memastikan segala kebutuhan bahan pokok masyarakat tetap terpenuhi akibat wabah virus corona.
“Apalagi ini menjelang bulan Ramadhan, kasihan rakyat kita jika pemerintah tidak carikan solusinya,” pungkas Suraidah, politisi perempuan namun terbilang tegas ini.
Suraidah mendorong pembetukan Pansus Covid-19 di DPR juga untuk membantu pemerintah dalam percepatan penanggulangan covid-19 di sulbar.(AD/LS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here