Pasien Gagal Diisolasi, Ketua DPR Sulbar Sorot Kinerja Gugus Tugas Covid-19

0
Ketua DPR Sulbar - St. Suraidah Suhardi. (Foto: WhatshaApp)
LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat – St. Suraidah Suhardi meminta Gugus Tugas Covid 19 Sulbar agar bijaksana dalam memberikan respon setiap kritikan dari masyarakat. Hal tersebut ia sampaikan menanggapi adanya seorang pejabat Pemprov Sulbar inisial Z yang dinyatakan positif Covid 19 namun menolak untuk diisolasi di rumah sakit.
Z adalah pasien baru Covid 19 Sulbar. Ia dinyatakan positif terinfeksi virus Corona (COVID-19) berdasarkan hasil tes swab dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar dan telah diumumkan secara resmi oleh Gugus Tugas Covid 19 Sulbar kemarin.

BACA JUGA

Z merupakan pasien Covid 19 dari kota Mamuju. Ia tinggal di Jl. Bau Massepe, Mamuju. Z menolak untuk diisolasi di rumah sakit lantaran meminta untuk diisolasi mandiri di rumah sendiri.
Bahkan Gugus Covid 19 Kabupaten Mamuju sudah melakukan upaya persuasif untuk menjemput pasien namun Z tetap menolak untuk dibawah ke rumah sakit. Sikap Z yang dinilai tidak kooperatif membuat warga mamuju panik dan resah. Aksi protes terus ramai menjadi perbincangan netizen di dunia maya.
Dilansir dari kumparan.com, juru bicara Gugus Tugas Covid 19 Sulbar – Safaruddin menilai isolasi mandiri Z adalah hal yang wajar dan sudah sesuai prosedur penanganan pasien Covid 19.
Sikap Gugus Tugas Covid 19 Sulbar kemudian disoal oleh Ketua DPR Sulbar – St. Suraidah Suhardi. Menurutnya, Gugus tugas seharusnya lebih bijak dalam menanggapi kondisi sosial di masyarakat.
“Kita boleh berdalil dengan tumpukan regulasi tapi pada akhirnya masyarakat menanti sikap bijak kita,” kata Suraidah kepada laman media ini, minggu 12 april 2020.
Suraidah menjelaskan penanggulangan bencana dalam situasi pandemi sekarang ini pemerintah tidak cukup dengan bicara tentang aturan namun harus mempertimbangkan dampak sosialnya.
“Jangan biarkan masyarakat kita bersebrangan hingga konflik horizontal karena ketidak percayaannya kepada penyelenggara pemerintahan yang terlalu birokratis dalam menyikapi setiap masalah yang ada.” Tutup Suraidah. (LS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here