Mamuju dan Pasangkayu Tercatat Indeks Kerawanan Pemilu Tertinggi Tahun 2020

0
Ketua KPU Kabupaten Mamuju - Hamdan Dangkang, saat menghadiri acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Jabatan Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pilkada Mamuju, Sabtu 29 Februari 2020, di Aula Asrama Haji, Mamuju. (Foto: website kpu.go.id)
LENSASULAWESU.ID, MAMUJU – Kabupaten Mamuju dan Pasangkayu tercatat sebagai zona paling rawan pada Pilkada serentak 2020 setelah Monokrawi, Papua Barat. Hal ini diketahui saat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) merilis hasil penelitian Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada 2020.
Dari 261 kabupaten/kota yang akan menggelar pilkada, terdapat 15 daerah dengan tingkat kerawanan tertinggi. Selain itu, ada tiga daerah yang memiliki tingkat kerawanan level tertinggi yaitu Kabupaten Manokwari, Kabupaten Mamuju dan Kota Makassar. Sementara daerah dengan tingkat kerawanan level terendah adalah Kabupaten Lombok Utara.
Dilansir dari website resmi Bawaslu, ada 15 kabupaten/kota dengan tingkat kerawanan tertinggi pada Pilkada serentak tahun 2020.
Kabupaten Manokwari (80,89), Kabupaten Mamuju (80,89), Kota Makassar (78,01), Kabupaten Lombok Tengah (74,94), Kabupaten Kotawaringin Timur (72,48), Kabupaten Sula (71,45), Kota Sungai Penuh(70,63), Kabupaten Minahasa Utara (70,62), Kabupaten Pasangkayu (70,20), Kota Tomohon (66,89), Kota Ternate (66,25), Kabupaten Serang (66,04), Kabupaten Kendal (65,03) dan Kabupaten Sambas (64,53).
Menanggapi hal itu, Ketua KPU Kabupaten Mamuju – Hamdan Dangkang, menjelaskan pihaknya telah membangun kesepahaman dengan Bawaslu, pemerintah daerah, TNI, Polri termasuk dengan peserta Pilkada dalam menjaga kondusifitas daerah.
“Kami merespon IKP itu. Kami sudah berkomunikasi dengan sejumlah pihak terkait,” kata Hamdan Dangkang, senin 3 Maret 2020, dikutip dari website kpu.go.id.
Salah satu strategi yang akan dilakukan KPU Mamuju adalah dengan mengintensifkan pertemuan secara formal dan non formal dengan pemerintah serta pihak pengamanan.
“Kami sudah bertemu dengan Pak Dandim, Pak Wakapolresta Mamuju, termasuk dengan Bawaslu dan Wakil Bupati. Intinya kami bersepakat untuk lebih sering menggelar pertemuan dalam membincang isu-isu terkait pelaksanaan Pilkada serentak tahun ini,” sambungnya.
Bahkan Hamdan mengatakan akan menginisiasi pertemuan terhadap para kontestan Pilkada tahun 2020 agar publik lebih memahami esensi pelaksanaan pesta demokrasi.
“Dengan para kandidat pun kami akan lakukan pertemuan yang lebih intens. Ini penting, harapannya agar publik tidak terjebak pada asumsi yang keliru tentang pelaksanaan Pilkada. Agar publik punya pemahaman bahwa persaingan di momen politik merupakan hal yang biasa saja, yang tak elok jika ditanggapi secara berlebihan,” pungkas Hamdan Dangkang.(*)LS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here