Netizen Sulbar Memanas, Ini Kata Ismi

0
Ismiwati Ramlan (Tengah) - Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat. (Foto: Amirullah)
LENSASULAWESI.ID, SULBAR – Seperti memulai babak baru. Peselancar dunia maya Sulawesi barat terus melayangkan kecaman terhadap pelaku pengeroyokan yang merenggut nyawa Yus Yunus, perantau asal Polman yang menjadi korban amuk massa di Nabire, Papua, pada 23 Februari 2020 kemarin.
Status dan tudingan miris Netizen terus dialamatkan kepada pelaku dan juga oknum polisi yang berada di TKP. Betapa tidak, Video yang tersebar itu nampak Yus Yunus dihakimi massa dihadapan sejumlah oknum polisi berseragam lengkap.
Pamflet dan seruan aksi solidaritas pun terus terpublish di akun-akun penggiat media sosial tanah mandar. Akibatnya, perhari ini saja ratusan aktivis melakukan aksi demontrasi di beberapa lokasi yang berbeda.
BACA JUGA
Insiden itu terus disesalkan Netizen Sulawesi barat, mulai dari aktivis hingga Politisi.
Sebut saja Ismiwati Ramlan. Anggota DPRD Provinsi Sulawesi barat itu juga mengutuk perbuatan sekolompok masyarakat yang telah melakukan aksi brutal tersebut.
Ia menilai bahwa kejadian itu sangat menciderai norma hukum yang ada di republik indonesia.
“Pertama, Saya turut berduka cita atas meninggalnya Saudara Yunus yang merupakan korban pengeroyokan dan ketidak adilan di tanah papua, saya pribadi dan tentu saja seluruh masyarakat Sulbar sangat menyesalkan kejadian ini yang tentu saja sangat menciderai norma hukum yang ada dinegara kita.” Tulis Ismiwati kepada redaksi. (27/02/20)
Namun, kata Ismi, apapun itu kita semua berharap agar pelaku pengeroyokan yang terlibat segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya, untuk menghindari sesutu yang tidak diinginkan atau supaya ini tidak berkelanjutan panjang, maka hukum harus di tegakkaan.
Selain itu, legislator asal kabupaten Mamasa ini juga berpesan kepada khalayak, para pegiat media sosial di sulawesi barat terkhusus netizen Mamasa untuk bijak dalam memberikan komentar.
“untuk masyarakat Mamasa, mari kita menggunakan sosial media dengan baik, memberikan komentar yang positif dan membangun. Jangan menggunakan akun palsu yang hanya akan memperkeruh suasana bersosmed. Gunakan sosmed ke hal positif yang membangun dan sebagai sumber penghasilan tambahan.” Tutup Ismi. (LS/AMR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here