Arwin ; Tragedi Nabire Melenceng Dari Hukum Positif Kita

6
Arwin Rahman Tona - Anggota DPRD Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. (Foto: facebook)
LENSASULAWESI.ID, MAMASA – Insiden targis yang merenggut nyawa seorang warga Sulawesi barat asal Polman terus menuai protes dari sejumlah pihak.
Kali ini datang dari anggota DPRD kabupaten Mamasa, Arwin Rahman Tona. Dirinya mengecam aksi brutal tak manusiawi itu.
Dikonfirmasi redaksi via WhatsApp, kamis, 27 februari 2020, politisi NasDem ini juga turut menyampaikan bela sungkawanya atas kematian Yus Yunus (26).
“Hal ini sudah sangat keluar dari hukum positif kita, Tentunya tindakan ini sangat mencederai nilai Hukum dan HAM. Untuk apa negara membuat lembaga Yudikatif (Pengadilan) jika setiap orang bisa dengan sendiri-sendiri melakukan vonis kepada orang lain apalagi sampai hilangnya nyawa seseorang, kan ini sangat mencederai nama baik hukum itu sendiri.” Ucapnya.
Lebih lanjut Arwin menuturkan kekecewaan terhadap pihak kepolisian saat berada di tempat kejadian perkara (TKP) yang dinilai tak mampu melindungi seorang warga yang tenga dianiaya di depan matanya.
“Kejadian ini pun membuat mindset kita bahwa kepolisian tidak lagi mampu menjaga masyarakat dan tidak lagi mampu menegakkan hukum negara,” sambungnya.
Polisi saat berada di TKP. (Foto: Facebook)
Politisi partai besutan Surya Paloh ini juga mengajak kepada masyarakat sulbar khususnya masyarakat Mamasa agar bijak bersosial media.
“Saya juga menyampaikan agar masyarakat sulbar khususnya masyarakat mamasa untuk bijak menanggapi setiap persoalan dalam media dan menggunakan sosial media dengan sebaik-baiknya, agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” Tutup arwin
Untuk diketahui bahwa hingga berita ini ditulis, kecaman dan seruan aksi solidaritas terhadap Yus Yunus terus tersebar diakun-akun media sosial. (LS/AMR)

6 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here