Biaya Rumah Sakit Reski Aldani Ditanggung Pemda Mamuju

0
Perawat rumah sakit daerah (RSUD) kabupaten mamuju - Usman (kiri) tengah berbincang dengan Hasri Jack - Ketua Umum Garda Nusantara (kanan) terkait biaya rumah sakit Reski Aldani yang ditanggung oleh Pemda Mamuju, senin malam (24/2/2020), di RSUD, Jl. Kurungan Bassi, Mamuju. (Foto: Monas)
LENSASULAWESI.ID, MAMUJUReski Aldani (7), pasien rumah sakit umum daerah (RSUD) kabupaten Mamuju yang dikabarkan tak bisa pulang akibat tak mampu membayar biaya rumah sakit akhirnya bernafas legah setelah seluruh biaya pengobatannya ditanggung oleh pemerintah daerah (Pemda) kabupaten mamuju.
Reski Aldani adalah warga Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Anak dari pasangan suami istri Adam (30) dan Hasni (24). Reski harus menjalani operasi pada Jumat, 21 februari 2020, usai mengalami luka berat dibagian kepalanya akibat terjatuh saat bermain.
Kabar tentang Reski Aldani ini sempat viral di media sosial seperti facebook dan grup – grup whatshapp hingga menjadi pemberitaan di sejumlah media nasional seperti liputan6.com dan tribunnews.com.
Sebelumnya, biaya pengobatan Reski Aldani rencananya akan dilunasi oleh Garda Nusantara Sulbar, namun Pemda Mamuju memutuskan untuk menanggung semua biaya operasi Reski saat pasukan kemanusiaan Garda Nusantara ini tiba di rumah sakit.
“Tadi sesudahki menelpon, kepala ruanganku ditelpon sama Direktur bahwa biayanya ditanggung sama Pemda Mamuju,(red),” kata Usman kepada Hasri Jack – Ketua Garda Nusantara Sulbar.
Pengurus Garda Nusantara Sulawesi Barat saat menyambangi keluarga Reski Aldani di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Mamuju.
Sala seorang pegawai rumah sakit yang sedang berjaga di perawatan Melati RSUD kabupaten Mamuju – Usman kepada redaksi mengatakan, biaya rumah sakit Reski Aldani berjumlah 6,2 juta rupiah.
Namun pihak rumah sakit memberikan keringanan dengan mengurangi separuh dari total biaya pengobatan Reski Aldani menjadi 2,8 juta rupiah sebelum Pemda memutuskan untuk menanggung semuanya.
Usman juga mengatakan pihak rumah sakit tidak perna berniat menahan pasien hanya karena persoalan biaya. Namun, ia mengaku tidak mengetahui kalau keluarga pasien merasa tertahan karena tak mampu membayar biaya rumah sakit yang cukup mahal.
“Rumah Sakit sebenarnya sudah bertanya berapa kemampuannya, namun tidak ada kejelasan dari keluarganya sekian yang saya mampu,” sambungnya.
Usman menambahkan ayah pasien memiliki BPJS, namun Reski Aldani tepaksa harus dirawat lewat jalur umum karena tidak ikut dalam tanggungan BPJS milik ayahnya.
“BPJSnya bapaknya ada, tapi istri dengan anaknya tidak ada karena dia masuk di KK (kartu keluarga) mertuanya,” tambahnya.
Sementara, Ketua Garda Nusantara Sulbar – Hasri Jack mengatakan kehadiran pihaknya di rumah sakit sebagai bentuk rasa kemanusiaan dalam merespon informasi yang beredar di media sosial.
“Mendengar informasi itu kami langsung bertemu dengan pihak keluarga (pasien) dan ternyata benar ada kendala persoalan biaya, teman – teman tadi sudah menawarkan akan melunasi kekurangan biayanya tapi pihak rumah sakit mengatakan bahwa pemda sudah berkeinginan untuk melunasinya dan alhamdulillah pasien malam ini sudah bisa pulang,(red).” Ujar Hasri.
Hasri mengucapkan terimah kasih atas respon positif yang diberikan oleh pihak Pemda Mamuju untuk menanggung seluru biaya pengobatan Riski Aldani. (LS/monas).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here