Launching KPU, Hamdan; Kesuksesan Pilkada Tergantung Pada Peserta Pemilu

5
Ketua KPU Kabupaten Mamuju - Hamdan Dangkang memberikan sambutan dalam Launching Pilkada Mamuju 2020. (Foto: Ahmad)
LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – Ketua KPU kabupaten Mamuju – Hamdan Dangkang mengatakan kesuksesan pelaksanaan Pilkada 2020 sangat tergantung kepada peserta Pemilu. Hal itu ia sampaikan dalam acara Launching tahapan Pilkada Mamuju tahun 2020, rabu malam (29/1), di Nal Cafe, kompleks Rumah Adat Mamuju.
Namun, Hamdan tak menafik bahwa kesuksesan Pemilu juga ditentukan oleh penyelenggara Pemilu.
“Kalau saya dibalik, pelaksanaan Pilkada 2020 sangat tergantung pada peserta Pemilu nantinya,” kata Hamdan dalam sambutannya.
Maksud Hamdan adalah dalam Pilkada serentak yang akan digelar pada 23 September 2020 mendatang, peserta tidak menggunakan segala hal untuk mendapatkan kemenangan. Tidak mengintimidasi, dan tidak mengancam penyelenggara di tingkat TPS, PPS dan PPK.
BACA JUGA
Dalam kegiatan Launching Pilkada Mamuju 2020, ada 3 (tiga) kegiatan yang ditampilkan; Launching maskot, Jingle dan juga tahapan Pilkada. Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Mamuju – Irwan Pababari, Perwakilan Dandim, Polres Mamuju, perwakilan Kampus dan sejumlah perwakilan partai politik serta dari kalangan media dan organisasi kepemudaaan.
Untuk launching Maskot Pilkada Mamuju 2020 diselenggarakan secara terbuka dengan mendatangkan perserta dari luar daerah. Maskot Pilkada Mamuju dimenangkan oleh Didin. Sementara Jingle Pemilu dimenangkan oleh Setto Sappo Band yang berhasil mengalahkan ratusan peserta sayembara yang digelar oleh KPU.
Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan banyak doorprize menarik yang disediakan KPU. Selain itu, KPU juga juga membuka pelayanan masyarakat seperti pemeriksaan kesehatan gratis.
“Kegiatan launching sendiri ini mengangkat semangat Macoa menuju Pilkada Mandiri, Adil, Cerdas, Demokratis, dan Aman,” ucap Hamdan.
Kata Macoa diangkat dari bahasa Daerah Mamuju yang berarti baik. KPU Kabupaten Mamuju mengiginkan pelaksanaan Pilkada nantinya dapat berjalan dengan baik.
Dihadapan para tamu undangan, Hamdan menjelaskan bahwa penyelenggara pemilu harus inpenden dan bersikap Mandiri tanpa ada tekanan dari penguasa atau pihak tertentu.
“Penyelenggara tidak boleh diintervensi oleh siapapun, termasuk Pemerintah Daerah, itu filosofi mandiri,” sambungnya.
Adil berarti semua peserta akan diperlakukan sama dalam pelaksaan Pilkada tanpa ada yang diistimewakan.
Sementara kata Cerdas merupakan ajakan KPU kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan sadar dan bukan karena adanya pemberian dalam bentuk apapun.
Selain itu, KPU juga ingin menciptakan Pilkada Demokratis yang berarti pemilu tanpa intimidasi.
“Aman sendiri, tentunya keinginan kita semua untuk bagaimana Pilkada berjalan aman tertib dan sejuk.” Pungkas Hamdan.(*)LS.

5 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here