Kapolda Sulbar Instruksikan, Menarik Anggota Brimob Yang Diduga Terlibat Perkelahian di Polman

2
LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – Baharuddin Djafar memerintahkan Dansat Brimob Polda Sulbar untuk menarik pasukannya yang diduga terlibat perkelahian dengan warga petugas Permandian Salu Pajaan, senin kemarin 20 Januari 2020, di Desa Bate Tangnga, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar.
Penyebab penganiayaan dalam peristiwa tersebut belum diketahui pasti. Kejadian itu sempat diabadikan warga dan disebarkan melalui akun media sosial.
Dalam tiga potongan video yang diposting melalui akun facebook bernama Akbar Saudara, terdengar beberapa kali letupan senjata yang diduga berasal dari kerumunan warga yang terlibat cek cok dengan aparat.
Video itu kemudian viral dan dibagikan hingga ratusan kali oleh pengguna media sosial khususnya di Sulawesi Barat. Tak sedikit Netizen yang ikut menyesalkan tindakan aparat yang dinilai terlalau arogan.
Kapolda Sulbar – Baharuddin Djafar mangatakan Pasukan Brimob yang diduga terlibat diintruksikan untuk ditarik ke Polda Sulbar guna menjalani proses pemeriksaan Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulbar.
“Dansat Brimob Polda sulbar, saat ini masih berada di kabupaten Polman dan telah saya perintahkan dan hari ini, Selasa 21 Januari 2020, seluruh anggota yang diduga terlibat langsung saya tarik ke polda untuk di proses di Propam Polda.” Kata Baharuddin Djafar – Kapolda Sulbar.
Brigadir Jenderal ini menjelaskan, pihaknya sedang menelusuri apa yang menjadi pemicuh terjadinya tindak penganiayaan antara oknum anggota Brimob dan warga Polman tersebut. Ia berjanji akan menidak tegas dan memproses anggota Brimob yang diduga terlibat.
“Saat ini kita masih menelusuri. Kalau nantinya pemicu masalah ini berawal dari anggota kami maka kita akan proses sesuai dengan ketentuan yang ada dan sanksi akan kita berikan sesuai dengan kesalahan yang diperbuat.” Tegas Jenderal religius ini.
Yang terpenting saat ini, kata Baharuddin, masyarakat yang ada di kabupaten polman sudah merasa tenang dan tentram.
“Kemudian penanganan pidana umum di Polres di jalankan sedangkan untuk internal kami (oknum) saya harus proses di propam polda sulbar,” sambungnya.
Baharuddin menambahkan permohonan maaf untuk masyarakat sulbar mewakili anggotanya jika dalam melaksanakan tugas tidak sesuai dengan ketentuan.
“Selaku Kapolda, pimpinan tertinggi di sulawesi barat saya memohon maaf bilamana ada anggota saya yang seharusnya melindungi masyarakat tetapi justru terkadang ada sikap yang kurang berkenang di hati masyarakat, sekali lagi saya mohon maaf.” Tutupnya.
(LS/shompak)

2 KOMENTAR

  1. Lau lat nembak dlap bak sono bos,atau ga sklian ke papua sana di medan sbnarnya.jgn sm wrg yg bisa dbilang krn adax mereka shiga bos ku bisa pegang senpi,eehh malah dtakuti takutin kmereka..hhmm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here