Kopi Komoditas Eksport Andalan Sulbar, Suraidah; Kita Mesti Support Melalui Bibit

1
Foto: Ketua DPR Provinsi Sulawesi Barat, St. Suraidah Suhardi, saat memberikan sambutan di acara Pelantikan dan Seminar Nasional Kefarmasian 2019, minggu (20/10), di Ball Room D'Maleo Hotel & Confention Mamuju. (Whatshapp).
LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – Munculnya kopi mamasa diacara Trade Eksport Indonesia (TEI) yang digelar Kementrian Perdagangan RI beberapa waktu lalu di Tangerang, telah membuat hati ketua DPRD Sulawesi Barat, St. Suraidah Suhardi, terpikat.
Betapa tidak, hasil cupping test “Poki Coffee” asal Mamasa adalah 91. Pengembang kopi dari Singapore, Hariotomo, menyebut kopi mamasa sejajar dengan kopi Gayo Sumatera dengan cupping test 95. Hal itu tentunya jauh diatas kopi Java dari Sunda yang hanya memiliki cupping test 88.
Mengetahui itu, Suraidah berencana akan berkunjung dan meninjau langsung pengembangan kopi di Mamasa.
“Kita akan berkunjung ke mamasa,” kata Suraidah.

Baca Juga

Politisi perempuan ini menjelaskan, pemerintah mestinya menyambut peluang ini dengan memprogramkan penyediaan bibit.
“Mesti kita mensupport melalui bibitnya, penanganan pasca panennya seperti apa, pendistribusiannya ketika panen. Jangan sampai kita punya panen hasilnya melimpah, giliran kita jual susah,” terangnya.
Menurutnya, pemerintah jangan hanya fokus pada pengembangan pertanian di satu sektor saja seperti sawit dan kakao.
“Kita mencari sumber penghidupan yang baru, sulbar tanah yang subur, kenapa tidak kita manfaatkan itu. Masyarakat hanya berpikir tanam sawit, padahal kopi ini bagus juga,” sambungya.
Kata Suraidah, potensi pengembangan budidaya tanaman kopi tidak hanya di Mamasa tetapi di daerah lain seperti kalumpang, (red).
Suraidah berharap, kopi bisa menjadi produk andalan sulawesi barat,” tutup Suraidah.
(LS/AMR).

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here