Tips Belanja Sehat Dari BPOM

1
Kepala Seksi (Kasi) Informasi dan Komunikasi BPOM Mamuju - Fitri. (Foto: Leo/MdB)
LENSASULAWESI.ID, MAMASA – Difasilitasi TP PKK Kabupaten Mamasa, Badan Pengawasan Obat & Makanan (BPOM) Mamasa menggelar Sosialisasi Penyebaran Informasi (PI) Produk Terapetik, Obat Tradisional, Kosmetik, Komplemen, Pangan dan Bahan Berbahaya, jumat (29/11), di Aula Kantor Bupati Mamasa.
Kegiatan dibuka Ketua Pokja I TP PKK – Sumiati, yang ikuti oleh Organisasi PKK, Organisasi DWP, Organisasi PPrGTM, Organisasi BKMT, Organisasi Bhayangkari, Organisasi Persit, Organisasi Wanita Khatolik, Komunitas Pramuka, Komunitas Vlogger, Influencer dan Insan Pers.
Sumiati mengatakan sosialisasi penyebaran informasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan informasi bagi masyarakat tentang jenis-jenis produk terapetik, obat tradisinal, kosmetik agar menghindari atau tidak mengkonsumsi jenis-jenis produk pangan berbahaya.
Kadangkala kita terjebak oleh iklan-iklan serta informasi dari media terhadap produk-produk terapetik, obat tradisional, kosmetik, pangan dan bahan berbahaya lainya bahwa produk tersebut berbahan alami dan tidak berbahaya.
Namun, kata Sumiati, sebenarnya memiliki kandungan bahan-bahan kimia yang berbahaya terhadap kesehatan tubuh manusia.

BACA JUGA

Sebelumnya, Kepala Seksi (Kasi) Informasi dan Komunikasi BPOM Mamuju – Fitri, menjelaskan tentang pengawasan obat dan makanan secara full spectrum mulai dari pre-market evaluation hingga post-market control yang dilakukan BPOM. Dalam pengawasan post market BPOM melakukan sampling dan pengujian terhadap produk yang beredar dipasaran, baik secara rutin maupun melalui operasi tertentu.
Ia mengatakan, ada tiga pilar dalam menjalankan sistem pengawasan; Pemerintah lewat BPOM yang melakukan pengawasan sebelum dan setelah produk obat dan makanan beredar ( Pengawasan pre-market dan post-market), Industri harus mampu menjamin mutu, manfaat dan khasiat obat dan makanan yang dihasilkan dengan penerapan cara produksi yang baik serta masyarakat harus cerdas dalam memilih produk obat dan makanan yang akan dikonsumsi serta dalam menyikapi informasi yang beredar.
“Kepada masyarakat agar obat dan makanan seperti produk terapetik, obat tradisional, kosmetik, pangan dan bahan pangan tidak dibeli secara online karena sangat rawan dengan produk palsu dan kedaluarsa,” himbau Fitri.
Ia mengajak masyarakat agar membeli produk-produk tersebut lewat jalur distribusi resmi seperti di apotek untuk pembelian obat dan tempat penjualan resmi untuk produk-produk kosmetik dan pangan.
Untuk membeli produk-produk tersebut, Fitri berharap agar masyarakat teliti dengan menggunakan metode klik.
Berikut tips belanja sehat sebelum anda memutuskan untuk membeli jenis prodak terapetik, obat tradisional, kosmetik, pangan dan jenis prodak lainnya;
Periksa kemasannya; kemasan tersebut masih layak dijual atau tidak?, dapat dilihat dari box yang tidak usang dan berlubang. Pastikan kemasan tidak pudar, tidak luntur dan tidak robek.
Teliti label dari produk yang akan dibeli; pastikan kemasan berisi label atau informasi seperti nama produk, komposisi, kategori produk (terutama obat), kegunaan, peringatan, dosis jika obat serta informasi lainnya.
Periksa izin edar; pastikan produk yang mau dibeli sudah mengantongi izin edar dari BPOM Indonesia, yang terlihat dari adanya nomor registrasi. Secara umum Nomor Izin Edar (NIE) terdiri dari 15 digit kombinasi huruf dan angka. Jika masih ragu, masyarakat dapat mengecek produk resmi lewat aplikasi cek.bpom di ponsel android atau cek di situs cekbpom.pom.go.id
Periksa tanggal kedaluwarsa sebelum membeli; mengkonsumsi produk obat dan makanan yang sudah lewat dari tanggal kedaluwarsa akan beresiko tinggi, selain kualitas menurun juga dapat berbahaya.
“Jadi selalu perhatikan, kemasan, label, izin edar dan kedaluwarsa.” Kunci Fitri.
(LS/Leo/MdB)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here