Pepohonan Hijau Kota Mamasa Tampak Jelas Dari Ketinggian Wisata Baru Bukit Perra’ Mamasa

7
Foto : Leo/MdB
LENSASULAWESI.ID, MAMASA – Mamasa memang dikenal sebagai daerah yang dingin, keindahan hutan serta pepohonan hijau. Tak salah jika Mamasa di nobatkan sebagai Destinasi Wisata di Sulawesi Barat.
Bukit Perra’ sesuai location based altimeter berada pada koordinat 2•56’21″S, 119•20’21″E dengan ketinggian 1489 Mdpl. Merupakan sebuah kawasan destinasi wisata baru yang terletak di Dusun Rantelemo, Desa Bumbun Batu, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulbar.
Foto : Leo/MdB
Wisata baru ini menjadi pilihan destinasi menarik di Kabupaten Mamasa yang terkenal dengan wisata pegunungan dengan panorama alam yang instagramable dan sejuk. Tempat ini merupakan spot selfi dengan backgroud panorama alam yang mencakup 5 Kecamatan nyaris tanpa penghalang; Kecamatan Mamasa, Tawalian, Sespa, Balla dan Tandukkalua.

Baca Juga

Pemerintah kabupaten mamasa mulai menata potensi wisata di bukit perra’ yang jaraknya tak jauh dari kota Mamasa. Dengan ketinggian 1489 M dari permukaan laut, bukit Perra’ sangat cocok bagi pendaki gunung. Dengan jalur jalur yang tak lazim menuju puncak wisata menantang pencinta trail di Indonesia.
Foto : Leo/MdB
Duduk melantai di pondok berukuran 7 x 15 meter. Kapala Desa Bumbun Batu – Puala’bi menggelar diskusi, selasa (5/11), bersama Kepala Kantor Kecamatan Mamasa – Abd. Rahman serta Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Mamasa – Agustina Toding. Mereka diskusi tentang pengembangan potensi pengembangan wisata bukit Perra’ yang dihadiri sejumlah aparat Desa Bumbun Batu dan pejabat Pemkab Mamasa.
Puala’bi berharap Destinasi Bukit Perra’ bisa menjadi kawasan agrowisata. Pihaknya memita dukungan pemerintah dan masyarakat Desa Bumbun Batu dalam mengembangkan potensi wisata ini.
“Dukungan Pemerintah Kecamatan, Pemda Mamasa, Pemprov Sulbar dan dunia usaha akan menjadi kunci sukses mengembangkan destinasi baru ini.” Kata Puala’bi.
Kru MdB Menuju Puncak Bukit Perra’
Saat laman ini diundang via telepon untuk mengikuti diskusi yang digelar dipuncak bukit Perra’. Tanpa banyak bertanya, tim langsung bergegas menuju wisata bukit perra’ melintasi jalur poros Mamasa – Malabo. Menyebrangi jembatan Karangan Kalua’ lalu belok ke lajur kanan menuju kampung Rantelemo.
Foto : Leo/MdB
Untuk sampai di puncak bukit perra’, ada dua pilihan untuk para pengunjung. Berjalan kaki sekitar 1 KM atau menggunakan kendaraan roda dua menerabas jalur jalur extreme. Pilihan yang cukup sulit bukan ?
Tim kami akhirnya memutuskan menggunakan sepeda motor melintasi tebing yang cukup menantang. Menguji adrenaline sekaligus berpetualang. Wisata ini cocok juga bagi pembalap penggaruk tanah di Indonesia.
Namun, ditengah perjalanan tim memutuskan untuk berjalan kaki sejauh 500 Meter untuk sampai di puncak wisata bukit perra.
Foto : Leo/MdB
Meski perjalanan tim kami cukup melelahkan. Namun lelah itu terbalas dengan keindahan alam bukit perra’ yang sejuk. Bukit perre yang tinggi ditambah pepohonan hijau serta kicauan burung membuat lelah kami jadi tak terasa. Terbentang 360 derajat secara sempurna dan pemandangan nyaris tak terhalang menambah keindahan wisata ini.
Gunung Mambulillin, sawah kampung Taupe dan Pa’la’, Villa Edelweys, objek wisata Sawo Tondok Bakaru serta keindahan kota mamasa dengan berbagai bangunan megah nan tinggi sangat terlihat jelas dari ketinggian Bukit Perra’.
Foto : Leo/MdB
Hampir tak cukup kata untuk menggambarkan keindahan wisata ini. Jika penasaran, Ayo Kunjungi Wisata Baru Bukit Perra’ di Mamasa. (LS/Leo/MdB).

7 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here