Panorama Wisata Tondok Bakaru, Ramlan; Serasa di Wisata Kota Hawai

1
Foto: Putri Bupati Mamasa, Nur Endang Ramlan, turut hadir mengunjungi Wisata Tondok Bakaru Kabupaten Mamasa. (Leo/MdB).
LENSASULAWESI.ID, MAMASA – Pemerintah Kabupaten Mamasa akan membenahi fasilitas dan infrastruktur pendukung Wisata Tondok Bakaru agar semakin menarik para pengunjung Wisatawan Indonesia.
Hal ini diungkapkan Bupati Mamasa, Ramlan Badawi, saat meninjau objek dan fasilitas wisata Tondok Bakaru, Jumat, 18 Oktober 2019.
Ramlan mengunjungi wisata Tondok Bakaru sekaligus liburan. Ia mengajak putrinya, Nur Endang Ramlan bersama cucunya, Mufidah Rahmat, yang masih kecil.
Ramlan menyebut keindahan wisata tondok bakaru serasa berada di wisata indah kota Hawai.
Nur Endang Ramlan bersama putrinya, Mufidah Rahmat. (Leo/MdB).  topliva
Kunjungan itu juga didampingi Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata, Agustina Toding bersama jajaran, Camat Mamasa, Abd Rahman, Kades Tondok Bakaru, Matheus Daniel Dessaratu dan pegiat wisata Desa Tondok Bakaru, Petrus Arie.
Wisata Tondok Bakaru memang dipilih banyak orang untuk liburan bersama sanak familynya di Mamasa.
Wisata ini menyediakan sebuah tempat santai yaitu Villa Edelweys. Panorama gunung mambullling dengan ketinggian sekitar 3000 Meter dari permukaan laut membuat suasana tondok bakaru menjadi dingin nan sejuk.
Selain itu, juga dilengkapi dengan sajian kopi asli Mamasa yang tak kalah nikmat dengan kopi termahal di indonesia.
Baru-baru ini Kopi Mamasa mengikuti pameran terbesar di indonesia, Trade Expo Indonesia 2019, sebagai komoditas eksport andalan sulawesi barat. Kopi Mamasa disebut setara dengan kopi Gayo asal Aceh, Sumatera.

Baca Juga

Pemandangan dataran hijau kabupaten mamasa dengan ketinggian antara 600 meter sampai 2000 meter di atas permukaan laut menambah keindahan wisata tondok bakaru. Fitur-fitur ini membuat Mamasa sebagai tujuan atraktif bagi pengunjung (wisatawan).
“Di tempat lain, kita hanya bisa memandang keindahan panorama persawahan tetapi di tempat rekreasi ini kita bisa melihat panorama alam secara lengkap seperti pegunungan, sawah, tumbuh-tumbuhan alam dengan berbagai jenis tanaman seperti angrek yang luar biasa indah serta udara yang sangat sejuk.” Kata Ramlan.

Namun, Ramlan mengakui wisata tondok bakaru masih butuh penataan dan pembenahan untuk menjadikan Tondok Bakaru sebagai wisata andalan kabupaten Mamasa.
Sementara Kepala Desa Tondok Bakaru, Matheus Daniel Dessaratu, sebagai penggagas wisata ini mengatakan, sejumlah item kegiatan tengah diaplikasikan masyarakat seperti agrowisata dan seni budaya.
Dari agrowisata, kata Matheus, warga desa mulai sadar melakukan kegiatan pariwisata dengan memadukan ratusan spesies anggrek dan pemandangan sawah sebagai objek wisata.
Potensi ini kemudian ditata dengan kreativitas masing-masing masyarakat untuk menciptakan spot selfie.
“Alhasil, Desa Tondokbakaru mulai ramai dikunjungi wisatawan, baik yang ingin belajar budidaya anggrek, maupun wisatawan yang hanya sekedar swafoto,” tandasnya.
(LS/Leo/MdB).

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here