Berkat Nyamuk, Kabupaten Mamasa Raih Penghargaan Dari Kemenkes RI

0
Foto (Leo/MdB); Menteri Kesehatan RI, Prof. Nila Djuwita F. Moeloek, menyerahkan penghargaan sertifikat Eliminasi Malaria kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Mamasa, Ardiansyah, Jumat (4/10), di Kabupaten Malaka, Provinsi NTT.
LENSASULAWESI.ID, MAMASA – Kabupaten Mamasa tidak hanya menerima penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Pemerintah Kabupaten Mamasa juga berhasil meraih penghargaan Eliminasi Malaria dari Kementerian Kesehatan RI.
Mamasa menerima predikat WTP, jumat (4/10), atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2018, di Aula Gedung Keuangan Negara, Jl. Soekarno-Hatta Mamuju.
Sementara di hari yang sama, Mamasa juga menerima penghargaan sertifikat Eliminasi Malaria dari Menteri Kesehatan RI, Prof. Nila Djuwita F. Moeloek yang diterimah oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mamasa, Ardiansyah, di Kabupaten Malaka, Provinsi NTT.
Foto (Leo/MdB); Bupati Mamasa, Ramlan Badawi (kiri), saat menerima penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, yang diserahkan oleh Gubernur Sulawesi Barat, Ali Bal Masdar (kanan), Jumat (4/10), di Aula Gedung Keuangan Perwakilan Sulbar, Jl. Soekarno Hatta, Mamuju.
Eliminasi malaria merupakan upaya pemerintah dalam menghentikan penularan malaria di seluruh wilayah Indonesia.
Mamasa diberi penghargaan karena kasus penyakit malaria yang ada di Kabupaten Mamasa dalam tiga tahun terakhir menunjukkan angka Annual Parasit Inside (API) dibawah angka 1/100.000 penduduk dan kasus penularannya terbilang menurun.
“Maksudnya kasus malaria masih ada namun bukan didapat didaerah tersebut dan bisa jadi masih ditemukan nyamuk penular malarianya sehingga tetap dibutuhkan kewaspadaan petugas kesehatan, pemerintah dan masyarakat untuk mencegah penularan kembali.” kata Dr. Hajai S. Tanga, Kadis Kesehatan Kabupaten Mamasa.
Mamasa adalah sala satu dari enam kabupaten di sulawesi barat yang menerima penghargaan ini. (LS/Leo/MdB).
Foto (kompas.com); Upaya Eliminasi Malaria di Indonesia 2030.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here