Hengkang Dari Demokrat, Aras Tammauni Resmi Bergabung Ke Beringin

0
Foto; Bupati Mamuju Tengah, Aras Tammauni, Resmi Bergabung Ke Partai Golkar Usai Melakukan Pertemuan Dengan Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto, di Jakarta.
LENSASULAWESI.ID, JAKARTA – Setelah mengundurkan diri dari pengurus partai Demokrat, Aras Tammauni resmi berlabu ke partai Golkar.
“Kartu tanda anggota saya telah diterbitkan per tanggal 1 oktober 2019 dan diserahkan langsung bapak Ketua Umum pada saat saya dipanggil menghadap,” kata Aras.
Aras menjabat terakhir di Partai Demokrat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Barat.
Dalam keterangan persnya yang dikutip dari sulbaronline.com, Aras Tammauni resmi menjadi kader beringin seusai bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, Kamis 3 Oktober 2019, di Kantor Golkar, Jl. Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat.
Bupati Mamuju Tengah ini dikenal dengan sikapnya yang tegas dalam mengambil keputusan politik. Berpindahnya ke Partai Golkar adalah sala satu bukti ketegasannya. Pihaknya merasa bersyukur dan bahagia atas berlabuhnya ia ke partai Golkar.
Mantan Ketua DPR Prov. Sulbar itu mengutip pesan sutan sjahrir bahwa “hidup yang tidak dipertaruhkan, tak layak dimenangkan”.
Ia mengungkapkan keputusannya layak dipertaruhkan. Aras mengaku telah menimbang secara seksama sehingga memutuskan untuk bergabung ke partai Golkar.
Meskipun begitu, ia belum mengetahui jabatannya di partai Golkar, katanya, tergantung penugasan dari Ketua Umum.
Aras mengatakan, dia diminta DPP Golkar untuk merumuskan rute strategis dalam membawa partai golkar menjadi partai terkuat di sulawesi barat.
Namun, Aras Tammauni menegaskan, keputusannya mundur dari Demokrat bukan karena kecewa terhadap keputusan DPP partai Demokrat dalam penetapan Ketua DPR Prov. Sulbar.
Dimana partai Demokrat menetapkan Suraeda Suhardi sebagai Ketua DPR Sulbar menggantikan Amalia Aras, yang merupakan putri dari Aras Tammauni.
“Saya sekali lagi ingin sampaikan bahwa keputusan ini bukan karena implikasi atas penunjukan ketua DPRD Provinsi Sulbar. Keputusan ini telah lama direncanakan, dan takdir atasnya telah tiba,” tegasnya.
Bergabungnya Aras ke Golkar, Ia mengibaratkan sebagai perjalanan kembali pulang ke rumah. “Kembali memerkokoh niat dan semangat perjuangan untuk kemajuan Sulbar dan kesejahteraan masyarakat Sulbar,” ungkapnya.
Ayah dari Ketua DPRD Kabupaten Mamuju Tengah itupun menyinggung soal momentum Pilkada serentak yang akan berlangsung tahun 2020 dan 2024.
“Kedepan tentu saja kita menghadapi momentum politik. Gelaran Pilkada dan Pilgub akan datang. Saya ingin tegaskan bahwa sikap saya terhadap momentum tersebut akan ikut dan tertib atas perintah partai, akan konsekwen dengan perintah Ketua Umum,” terang Aras.
“Jabatan adalah amanah dan amanah adalah titipan yang mesti dijaga dan dipertanggungjawabkan secara patut dan terhormat. Saya meyakini tujuan yang baik mesti disertai dengan cara yang baik agar secara hakikat menjadi kebaikan.”
“Semoga Allah SWT bersama kita dan senantiasa meridhoi keputusan dan ihtiar kita. Saya percaya hanya takdirnyalah yang menjadi batas ihtiar kita. Saya tidak bisa mengubah arah angin. Dan tidak ada yang bisa mencegah datangnya cahaya. Untuk setiap mimpi dan setiap jengkal cita-cita pada kebaikan, saya akan berdiri dan tak ada tawar-menawar,” tutup Bupati pertama Mamuju Tengah hasil Pilkada ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here