SD Buntukasisi Memprihatinkan, Pihak Sekolah Minta Ruang Kelas Baru

15
Foto (Leo/MdB); Karena Kapasitas Ruangan Belajar Yang Masih Terbatas, Pihak Sekolah dan Orang Tua Siswa Gotong Royong Bangun Ruang Kelas Darurat.
LENSASULAWESI.ID, MAMASASD Kecil Negeri 020 Buntukasisi kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, masih memprihatinkan. Pasalnya, Sekolah Dasar (SD) ini hanya memiliki 1 (satu) ruang kelas belajar dan 1 (satu) kantor sekolah.
Sementara siswa (i) berjumlah 60 orang dari kelas 1 (satu) hingga kelas 5 (lima). Akibatnya, kegiatan belajar mengajar sekolah tidak berjalan maksimal.
Karena keterbatasan ruangan, pihak komite sekolah dan orang tua atau wali murid sekolah terpaksa bergotong royong membangun 4 (empat) ruang kelas darurat.
“SDK 020 Buntukasisi sudah memiliki sekitar 60 orang murid dari kelas I sampai kelas V dan tahun depan sudah akan bertambah lagi satu kelas yaitu kelas VI.” terang Lanto, Ketua panitia pembangunan ruang kelas darurat.
Berdasarkan Permendikbud nomor 51/2018 diatur PPDB melalui sistem zonasi, siswa (i) SD Kecil Negeri Buntukasisi diperkirakan akan terus bertambah tahun depan lantaran seleksi calon peserta didik baru dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah dalam zonasi yang ditetapkan.
Foto (Leo/MdB); SD Kecil Negeri Buntukasisi Kabupaten Mamasa Hanya Dengan 2 (dua) Ruang Kelas Belajar.
Pihak sekolah dan orang tua siswa mengharapkan bantuan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa.
Saat dikonfirmasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa, pemerintah belum mengalokasikan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 untuk pembangunan RKB karena difokuskan untuk pembangunan renovasi sekolah.
“Namun demikian pada anggaran pokok TA 2020, SD Kecil 020 Buntukasisi sudah menjadi prioritas untuk pembangunan dua unit Ruang Kelas Baru (RKB) dari DAU.” kata Muh. Syukur Badawi, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa.
Syukur juga mengaku telah melaporkan kondisi sekolah SD Kecil Buntukasisi ke Pemda Mamasa.
“karena sistem zonasi maka di sekolah ini akan banyak murid baru mengingat diwilayah ini merupakan zona banyak penduduk, jadi kepada beliau (Wabup, Red) kami laporkan untuk diperhatikan secara khusus” terang M. Syukur. (LS/Leo/MdB).

15 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here