Jelang Idul Adha, Harga Cabe Tembus Rp. 78.000 Per kilogram di Majene

0
Foto; Bupati Kabupaten Majene, Fahmi Massiara, Saat Sidak di Pasar Sentral Majene.
LENSASULAWESI.ID, MAJENE – Jelang hari raya idul adha, Tim Pemantauan dan Pengendalaian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Majene menggelar sidak, jumat (9/8), di pasar sentral Majene. Sidak ini dipimpin langsung oleh Ketua TPID atau Bupati Majene, Fahmi Massiara, beserta anggota TPID lainya.
Dari hasil pantauan, harga di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Majene, terjadi kenaikan harga untuk komoditi cabe. Diantaranya, cabe besar, Cabe Keriting dan Cabe Rawit.
Harga cabe merah dan cabe kriting melonjak tinggi dari harga pasar sebelumnya hingga 100%. Harga cabe besar yang biasanya Rp 45.000 – Rp 50.000/Kg kini mencapai Rp.78.000 – Rp. 80.000/Kg. Sementara, Untuk jenis cabe rawit kenaikanya belum signifikan, dari Rp. 35.000/Kg hanya naik menjadi Rp. 40.000/Kg.
Menyikapi kenaikan harga di sejumlah komoditas di pasar, Bulog Subdivre Polman yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Majene, menggelar bazar murah di kawasan pantai Binanga Kelurahan Labuang Kec. Banggae Timur,Jumat, 9 Agustus 2019.
“memang kita temukan harga cabe merah dan cabe merah kriting yang masih tinggi tapi hal ini akan diantisipasi melalui Bazar Murah dukungan Perum Bulog hari ini, di kawasan pantai binanga kelurahan labuang. Disana masyarakat bisa memporelah Cabe dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran,” kata Fahmi.
Sebelumnya, Kepala dinas perdagangan dan perindustrian kabupaten majene, Hasdinar Asri menuturkan, kenaikan harga cabe disebabkan selain jelang Hari Raya Idul Adha, tapi juga stok cabe merah besar yang berkurang akibat musim kemarau.
“Para pedagang harus menunggu penyalur dari Makassar, sementara daerah penghasil lainnya seperti Enrekang tidak menyuplai sama sekali. Kondisi tersebut sangat mempengaruhi harga jual, mengingat penyalur dari Makassar pun mematok harga yang tinggi,” ujar Hasdinar, saat Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Majene, rabu (7/7), di ruang rapat Bupati Majene.
Meski demikian, ada juga beberapa komoditas yang mengalami penurunan. Seperti, minyak kepala lokal yang biasanya Rp.11.000/liter kini menjadi Rp.10.000/liter. Bawang Merah yang biasanya Rp.30.000/kg kini menjadi Rp. 28.000/Kg. Harga tomat juga mengalami penurunan harga, dar biasanya Rp.7000/Kg turun menjadi Rp.6.000/Kg.
“penurunan harga bawang merah akibat karna adanya petani Bawang asal Puawang yang mampu menutupi kebutuhan di pasar,” kata Hasdinar.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga komoditas sayuran khususnya setiap perayaan hari besar keagamaan, Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (Distanakbun) kabupaten majene menyarankan agar memberikan perhatian kepada petani dan masyarakat melalui penganggaran pada Distanakbun.
Pihaknya menilai, sejumlah program seperti jalan usaha tani yang terbilang terlalu banyak dapat digeser untuk meningkatkan hasil pertanian masyarakat.
“itu kan sudah banyak, seharusnya kita sudah bisa mengantisipasi jadwal panen sesuai dengan  hari-hari besar yang ada “ jelas Burhan Usman, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan  dan Perkebunan kabupaten majene. (LS/aar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here