Pria Berjaket Merah Ini Heboh Usai “bertengkar” Dengan Bupati Mamuju

2
LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – Beredar video, sekelompok pemuda terlihat dipersipangan jalan tengah berdialog dengan bupati kabupaten mamuju, Habsi Wahid. Video itu berdurasi 05.10 menit, Habsi dengan posisi duduk dikursi bagian belakang mobil plat merah, DC. 1 .A, terdengar sedang berdebat dengan seorang pemuda berjaket merah.
Habsi dengan kemeja putihnya terlihat sedang menjelaskan sesuatu. Sesekali dalam percakapan mereka terdengar suara yang tinggi yang membuat pendengar mengirah mereka tengah bertengkar.
Video itu diposting pertama kali oleh akun facebook bernama Taslim, jumat, 26 juli 2019. Video ini kemudian didownload dan terus diviralkan oleh pengguna medsos. Hingga tulisan ini dibuat, sudah dibagikan sebanyak 77 kali, dan 3.144 kali tayang.
Cek disini; https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2403738853240141&id=100008121490714
Berikut isi percakapannya yang sempat dirampungkan redaksi dalam video tersebut;
Pria berjaket merah ini bersama sejumlah pemuda, terlihat berusaha menghampiri mobil Bupati Mamuju Habsi Wahid, yang tengah melintas bersama rombongannya.
Tanpa ditanya, setelah Mobil yang ditumpangi Habsi Wahid, ketua DPW partai Nasdem ini mulai berhenti dan membuka kaca jendela mobilnya, pria berjaket merah itu dengan lantang mengatakan, “jangan janji-janji saja pak, pemilihan tahun depan lagi,” tegasnya kepada Bupati Mamuju.
Habsi yang terlihat santai, berusaha menjelaskan, mengatakan, ” saya sudah perbaiki jalan tapi tidak semua, dulu rusak sampai di dalam, bagusmi sekarang,” jawab Habsi yang terdengar dari suara video tersebut.
Namun, pria berjaket merah itu spontan memotong pembicaraan Habsi Wahid, “Lebih parah ini pak,” katanya dengan nada tinggi, sembari mengarahkan telunjuknya ke jalan yang ia tempati berdiri.
Habsi Wahid, nampak terlihat kesal diwajahnya, dia mengatakan, “dengarko dulu, kamu mau mendengar atau tidak ?,” tanya Habsi kepada pria ini dengan suara meninggi.
“Mau pak,” jawab pria itu dengan menurunkan nada suaranya.
“Anggaran tidak cukup,” sambung Habsi, dalam suara rekaman video yang terdengar samar-samar itu.
“Selama 5 tahun, masa tidak cukup terus pak, maumi lagi pemilihan,” jawab pria ini dengan nada yang terdengar mulai ikut kesal.
Habsi, dengan tangan yang disandarkan diatas pintu jendela mobil, mengatakan, “Mamuju ini bukan hanya pokkang,” urai Habsi dengan santai, sembari melempar senyum kepada pria berjaket merah itu.
Namun pria ini tetap merasa tak puas dengan penjelasan Habsi dan kembali memotong pembicaraannya.
“begini pak, masa di mamuju sudah perbaiki bahkan diperindah, masa bapak tidak memperbaiki, memperbaiki dulu baru memperindah, jangan seperti ini pak,” jawab pria ini dengan nada kembali meninggi, sembari mengarahkan telunjuknya lagi ke jalan yang dia maksud.
Bupati Mamuju Habsi Wahid, tampak semakin kesal diwajahnya, ” Ya ya, Maumu Apa ?,” tanya Habsi.
“Jalan pak, lihat jalan kami pak,” kembali pria ini menjawab dengan lantang.
“Mau kurang ajar terhadap saya ?,” tanya Habsi Wahid, sambil mengarahkan telunjuknya kepada pria ini dan mobil yang dia tumpangi mulai bergerak meninggalkan sekelompok pemuda tersebut.
Saat kru LS menelusuri video tersebut. Lokasi kejadiannya, di dusun Talaki, Desa Pokkang, kecamatan kalukku. Sekelompok pemuda itu tengah melakukan aksi unjuk rasa saat Habsi Wahid sedang berkunjung dan meresmikan pembangunan mesjid di Desa Pokkang.
Pria yang berjaket merah itu bernama, Ismail. Dia pemuda asal desa pokkang sekaligus pemimpin dalam aksi ini. Mereka mempersoalkan perbaikan jalan di Desa Pokkang yang terbilang masih parah, pihaknya berdali, menagi janji Habsi Wahid yang diumbar pada pilkada 2015 lalu.
Saat dikonfirmasi, Ismail mengungkapkan, perdebatan itu terjadi setelah Bupati Mamuju perjalanan pulang dari peresmian mesjid di desa pokkang, pada hari jumat, 26 juli 2019, sekitar pukul 05.00 sore kemarin.
” pak bupati dari pokkang resmikan masjid, sekitar jam 4 sore. Waktu baru mau masuk ya kutahan memang tapi terus, tidak singgah. kemudian, pulangnya itu kutahan lagi ya singgah mi,” terang Ismail
Kemarin itu sebelum pemilihan, kata Ismail, bupati janji bahwa jalan ini akan diperbaiki, ya kami tuntutlah. Sebenarnya sudah lama kami mau tuntut ini tapi baru ada kesempatan ketemuki (bupati), ya saya ajak mi anak anak untuk aksi,” urai Ismail kepada redaksi. (red/shompak).
Foto; Ismail (Pria Berjaket Merah).

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here