Kenakan Seragam Sekolah di THM, D’Maleo Dinilai Melecehkan Nama Pendidikan

9
LENSASULAWESI.ID, MAMUJU – Sensasi Club 37 D’Maleo Hotel bertema “Back To Schooll” dalam menyambut tahun ajaran baru, dengan mengenakan seragam sekolah SMA saat melayani pengunjung terus mendapat protes dari pemerhati pendidikan. Tidak sedikit pihak yang menganggap sensasi tempat hiburan malam Club 37 Maleo itu, merusak nama baik pendidikan.

Baca Juga :
👍 Viral; Razia Club 37 Maleo Hotel, Ditemukan Banyak Berseragam Sekolah. Pemda Diminta Izin Maleo Dicabut !.

Anggota Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Manakarra, Akriadi Pue Dollah, S.H. meminta pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menindak penanggung jawab atau pengelolah tempat hiburan malam Club 37 Maleo.
” Kami meminta aparat hukum dan Pemerintah Kabupaten Mamuju menindak tegas kasus ini, hal ini sangat merusak identitas dunia pendidikan,” terang Adi kepada redaksi.
Pihak pengelola, kata Adi, harus dikenakan sanksi tegas, karena tidak mungkin karyawan tersebut menggunakan atribut sekolah sebagai tema tempat hiburan kalau bukan perintah dari manajemen,” sambungnya.
Menurutnya, perbuatan tersebut telah melecehkan dunia pendidikan dan alasan Menggunakan seragam tersebut tidak dapat dibenarkan.
” Aksi tersebut sangat melecehkan dunia pendidikan, apapun alasan dari pihak pengelola untuk menggunakan atribut pendidikan di THM hal itu tidak dapat dibenarkan, dimana hal ini tidak senono untuk dipertontongkan di tempat hiburan malam karena tidak memberikan nilai postif,” ujar Akriadi Pue Dolla. (red/shompak).

9 KOMENTAR

  1. Agak menggelitik melihat judul beritanya, sepintas membaca beritanya, langsung muncul 2 konotasi positif dan negatif.

    Kalau menurut pak Adi pemakaian seragam para pelayan ini, yg dianggap mirip dgn seragam SMA adalah hal yg merusak citra Pendidikan karena tidak memberikan nilai positif, maka kapan club THM seperti ini akan dianggap memberikan nilai positif?
    Apakah ketika mereka berbusana selain seragam sekolah namun tetap rok pendek, atau dgn pakaian yg tidak cukup jahitannya, atau yg lain??
    Hal ini seakan-akan memberikan gambaran bahwa pendidikan yg bercitra positif, terkontaminasi dgn hal² negatif (THM).

    Ya tidak mungkin lah THM memberikan nilai positif jika disana banyak goyang tidak jelas, mabuk-mabukan dan hal negatif lainnya.

    Bagaimana pun busana yg dipakai di club malam, tetaplah menunjukkan nilai negatif jika acaranya seperti yg sy sebutkan di atas.

    Dan memang, seorang yg terpelajar ya tidak elok untuk hadir ditempat ² THM Seperti itu.
    Tapi coba tanyakan pada para pelayan, manakah yg banyak datang berkunjung,antara org yg permah sekolah atau org tidak pernah sekolah?

    Dari sudut pandang saya, bapak pemimpin justru baiknya meniadakan tempat hiburan malam yang sudah berkonotasi negatif seperti ini, dan tentu bukan hanya di d’maleo hotel, atau hanya di wilayah Sulawesi, namun di seluruh wilayah Indonesia pun ini, saya berharap klub² seperti ini ditiadakan. Karen hanya menggerogoti moral bangsa, dan membuat generasi Indonesia bermental foya².

  2. … [Trackback]

    […] Information to that Topic: lensasulawesi.id/2019/07/25/kenakan-seragam-sekolah-di-thm-dmaleo-dinilai-melecehkan-nama-pendidikan/ […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here