Sambut Pesta Demokrasi 2019, Pemuda Pemudi Gereja Gelar Diskusi

0

Mamuju – Sebagai upaya mengajak pemuda dalam menyambut pesta demokrasi 2019 kali ini, Pemuda Pemudi Gereja dan Mahasiswa Kristen se-kota Mamuju menggelar diskusi di Warkop 11 Mamuju Sabtu (6/4).

Kegiatan dengan menghadirkan narasumber Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamuju, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mamuju dan Perwakilan dari Jajaran Polres Metro Mamuju mengusung tema ” Peran Pemuda Pemudi Gereja Dan Mahasiswa Kristen se- kota Mamuju Dalam Menyukseskan Pesta Demokrasi yang Jujur, Adil,Aman Dan Sejuk”.

Selaku ketua pelaksana Andi Paningaran mengatakan, kegiatan ini tentu sebagai upaya untuk mengajak para pemuda – pemudi gereja dan mahasiswa Kristen agar dapat turut andil pada pesta demokrasi di tanggal 14 April 2019 ini.

” Sebagai pemuda tentu kita harus mampu memberikan kontribusi pada negara pada umumnya secara khusus daerah, dimana pada pesta demokrasi kali ini harus berjalan dengan jujur, adil, aman dan sejuk,” kata Andi.

Ketua KPU Mamuju, Hamdan Dangkang yang juga hadir pada kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas diskusi terkait pemilu 2019 ini.

 

 

 

 

 

“Tentu kami dari KPU Mamuju sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini, sehingga kami harapkan bahwa sebagai generasi milenial yang menjadi incaran peserta pemilu untuk menggunakan hak pilihnya,” kata Hamdan.

Pada 17 April 2019 mendatang kita mengharapkan agar tidak golput, kalau perlu berjuang untuk menyuarakan agar masyarakat datang ke tempat pemungutan suara (TPS),” cetus Hamdan.

Ditempat yang sama Devisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Mamuju, Faisal Jumalang, mengajak untuk mencegah potensi pelanggaran pemilu ditahan 2019 kali ini seperti money politik.

” Mari sosialisasikan kepada masyarakat dan keluarga bahwa calon pemimpin yang melakukan money politik itu adalah calon yang korup, dan itu tidak layak untuk dipilih,” ujar Faisal.

Sesuai dengan data Bawaslu pada tahun 2004 lalu bahwa angka money politik yang disebabkan oleh masyarakat itu sendiri berada pada kisaran 65 persen,” terangnya.

Lebih jauh Faisal menjelaskan, bahwa pada sisi pencegahan pelanggaran pemilu tentu Bawaslu punya keterbatasan, sehingga masyarakat bisa mengawasi langsung sesuai dengan slogan kami bersama rakyat awasi Pemilu, sementara untuk menindaki maka bersama Bawaslu tegakkan pemilui, silahkan informasi awalnya kapan terjadinya transaksi karena kita mau putus mata rantai pelanggaran pemilu ini.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Mamuju AKP Yulianus mengatakan, tugas kami ada tiga, pengamanan,pelayanan sttp atau administrasi, kemudian penegakan hukum.

Terkait pemilu ini, bagaimana memilih pemimpin bangsa yang kemudian akan melanjutkan pembangunan, bukan memilih pemimpin yang akan memporak – porandakan bangsa ini. Dimana bangsa ini kita bangun dengan luar biasa,” kata Yulianus.

Selain itu dirinya menjelaskan, jika kita membaca sejarah bagaimana bangsa ini kita bangun dengan luar biasa, tentu kita semua harus ada rasa prihatin jika ada kelompok – kelompok yang ingin menghancurkan negara ini, Ada beberapa pola yang mereka lakukan pertama money politik, kita jangan sampai tutup mata, jika ada keluarga kita yang justru melakukan itu patut untuk diingatkan.

Saya tau pemuda pemudi Kristen ini memiliki potensi dan sekaligus mitra kami dalam membina Kamtibmas, sehingga kami mengajak untuk tetap bersama – sama menjaga kerukunan antar sesama sekaligus menangkal informasi atau berita Hoax dan untuk mengantisipasi hal itu semestinya kita perlu melakukan saring sebelum menyebarkan.”tutup Yulianus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here